Selasa, 25 September 2018

45 Mayat Imigran Afrika Ditemukan di Pantai Maroko

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imigran Sahara meneriakkan slogan saat mereka duduk di atas pagar logam yang membagi Maroko dan wilayah Spanyol Melilla (18/5). Sekitar 700 migran Afrika telah berada diatas pagar perbatasan kawat berduri di kantong Afrika Utara berusaha memasuki wilayah Spanyol. AP/Santi Palacios

    Imigran Sahara meneriakkan slogan saat mereka duduk di atas pagar logam yang membagi Maroko dan wilayah Spanyol Melilla (18/5). Sekitar 700 migran Afrika telah berada diatas pagar perbatasan kawat berduri di kantong Afrika Utara berusaha memasuki wilayah Spanyol. AP/Santi Palacios

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Maroko, Ahad 8 Juli 2018, menemukan 45 mayat imigran ilegal Afrika setelah disapu gelombang ombak Samudera Atlantik menuju pantai Kota Larache, sebelah utara Maroko.

    Salah seorang pejabat di Tangier, utara Maroko, mengatakan kepada kantor berita Anadolu, "Otoritas lokal menemukan sejumlah mayat terapung di pantai Kota Larache."

    Baca: Spanyol Selamatkan 700 Imigran Afrika di Mediterania

    Seorang imigran asal Afrika tengah tertidur di sekitar tenda, sejumlah imigran mendirikan tenda di stasiun Austerlitz. Ribuan imigran asal Afrika dan Asia membanjiri wilayah Eropa, para imigran ini berusaha mencari penghidupan yang layak di benua Eropa. Paris, Perancis, 31 Agustus 2015. Chesnot / Getty Images

    Pejabat Maroko lainnya yang tak bersedia disebutkan namanya menambahkan, "Kami mengirimkan petugas khusus ke lokasi setelah menerima informasi ada 45 mayat Afrika ditemukan di pantai. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya wanita," ucapnya dikutip Middle East Monitor.

    Dia mengatakan, korban tewas setelah perahu yang mereka tumpangi tenggelam ke dalam laut ketika mereka mencoba mencapai pantai Spanyol dari pantai Maroko melalui Lautan Atlantik.Imigran menaiki sampan karet saat mereka diselamatkan oleh penjaga pantai Libya di Laut Mediterania, lepas pantai Libya, 15 Januari 2018. Organisasi Internasional untuk Migrasi atau IOM melaporkan 176 pengungsi dan migran meninggal dalam 10 hari pertama bulan ini. REUTERS/Hani Amara

    Otoritas Maroko tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden itu atau apakah ada korban tewas lainnya yang ditemukan.

    Baca: Dalam Sehari, Spanyol Selamatkan 600 Manusia Perahu dari Maroko

    Berdasarkan data statistik, pada 3 Juli 2018, Organisasi Internasional untuk Migran (IOM) mengatakan, lebih dari 1.000 orang tewas di Mediterania sejak awal 2018.

    Pada 29 Juni 2018, para pemimpin negara-negara Uni Eropa mencapai kata sepakat atas isu imigrasi. Mereka bersedia menyediakan tempat untuk pembangunan pusat penerimaan imigran yang masuk ke negara anggota Uni Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.