Selasa, 25 September 2018

Lagi, Dua Pejabat Filipina Tewas, Senator Kecam Duterte?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat orang pejabat pemerintahan Filipina tewas pada pekan lalu sejak 2 -- 7 Juli 2018 akibat ditembak orang tidak dikenal. Mereka adalah Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, Wakil Wali Kota Trece Martires, Alex Lubigan, Kepala Desa Santa Catalina, Michael Magallanes. Rappler

    Empat orang pejabat pemerintahan Filipina tewas pada pekan lalu sejak 2 -- 7 Juli 2018 akibat ditembak orang tidak dikenal. Mereka adalah Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, Wakil Wali Kota Trece Martires, Alex Lubigan, Kepala Desa Santa Catalina, Michael Magallanes. Rappler

    TEMPO.CO, Manila – Tewasnya Wakil Wali Kota Trece Martires, Alex Lubigan, akibat luka tembak orang tidak dikenal di Filipina pada Sabtu, 7 Juli 2018 membuat senator mengkritik Presiden Rodrigo Duterte.

    Pada hari yang sama, seorang kepala desa yang baru dilantik, Santa Catalina, Michale Magallanes, juga tewas ditembak di Kota Zamboanga pada pagi harinya.

    Baca: 

    Jaksa ICC Fatou Bensouda Datang? Duterte: Saya akan Tangkap Anda

    Pasca Duterte Keluar ICC, Polisi Tembak Mati 13 Pengedar Narkoba

    “Lubigan merupakan wakil Wali Kota ke lima yang tewas sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat,” begitu dilansir media Rappler, Sabtu, 7 Juli 2018. “Kematian Lubigan membuat jumlah Wali Kota dan wakil Wali Kota yang tewas sejak pemerintahan Duterte menjadi 13 orang.”

    Tewasnya dua pejabat pemerintah Filipina pada akhir pekan lalu menambah jumlah korban yang tewas pada pekan lalu. Sebelumnya, seperti dilansir Philstar, dua pejabat tinggi yaitu Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, dan Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, juga tewas. Keduanya ditembak secara terpisah.

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersiap naik helikopter untuk melakukan kunjungan ke medan pertempuran di Marawi, 20 Juli 2017. Ini merupakan kunjungan pertama Duterte ke daerah yang dikepung kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Ace Morandante/Presidential Photographers Division, Malacanang Palace via AP

    Halili tewas ditembak seorang sniper saat sedang melakukan upacara rutin di depan kantornya. Dia sedang menyanyikan lagu kebangsaan saat sniper menembaknya.

    Baca: 

    Bekas Ketua MA FIlipina Sebut Duterte Anti Lembaga Demokrasi

    13 Wali Kota dan Wakil Tewas Sejak Duterte Jadi Presiden Filipina

    Bote ditembak saat sedang mengendarai mobil Toyota Fortuner. Kaca mobil terlibat beberapa lobang bekas tembakan.  

    Dalam wawancara dengan Rappler, kepala polisi Cavite, Senior Superintendent William Segun, mengatakan nama Lubigan tidak termasuk dalam daftar narkoba. Namun, nama Lubigan muncul dalam sejumlah tuduhan korupsi bersama Wali Kota Melandres De Sagun.

    Pada saat pilkada 2016, pengusaha Alex Penalba maju sebagai kandidat Wali Kota melawan De Sagun. Penalba sempat membuat pengaduan resmi ke penegak hukum soal praktek korupsi dan suap terhadap De Sagun dan Lubigan. Kasus ini terkait dengan sejumlah proyek pengerjaan infrastruktur yang tidak kelar di kota itu. Penalba kalah pada pilkada Mei 2016.

    Sedangkan Magallanes ditembak orang tidak dikenal saat bermotor menuju sebuah program tekait pemberian pakan, yang digelar Sabtu pagi. Sebelum menjadi kepala desa, Magallanes merupakan bendahara.

    Soal dua kematian pejabat terakhir ini, politikus Filipina mengeluarkan kecaman terhadap Presiden Duterte meskipun tidak menyebut nama secara langsung.

    “Apa yang sedang terjadi? Apakah ini upaya sengaja dan terencana untuk menciptakan atmosfer kekosongan hukum untuk membenarkan kekuasaan orang kuat,” kata senator Francis Pangilinan, Presiden Partai Liberal. Duterte belum mengeluarkan pernyataan soal kasus penembakan terbaru ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.