Selasa, 25 September 2018

Bandit Narkoba Tangan Kanan El Chapo Diekstradisi ke Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas tangan kanan bandar narkoba El Chapo, Damaso Lopez Nunez, ditangkap di Meksiko dan diekstradisi ke Amerika pada Jumat, 6 Juli 2018. Anadolu

    Bekas tangan kanan bandar narkoba El Chapo, Damaso Lopez Nunez, ditangkap di Meksiko dan diekstradisi ke Amerika pada Jumat, 6 Juli 2018. Anadolu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Mexico mengekstradisi bandar narkoba Damaso Lopez Nunez ke Amerika Serikat mengikuti bekas bosnya bandar kakap narkoba Joaquin ‘El Chapo’ Guzman pada Jumat, 6 Juli 2018.

    Lopez merupakan tangan kanan El Chapo, yang juga telah ditahan di AS, saat mengelola kartel narkoba Sinaloa. Setelah bosnya ditangkap polisi pada 2016, Lopez sempat bertempur melawan putra El Chapo soal kontrol kelompok narkoba ini. Lalu, Lopez ditangkap di Mexico City pada 2017.

    Baca: 

    Raja Narkoba Amerika Latin Ditangkap Setelah Buron 30 Tahun

    Terinspirasi Cina, Trump Usul Hukum Mati Pengedar Narkoba Amerika

    “Dia merupakan saksi kunci untuk melawan Guzman, yang sedang menghadapi persidangan di AS,” kata Alberto Elias Beltran, pelaksana tugas jaksa agung Meksiko, seperti dilansir LA Times pada Sabtu, 7 Juli 2018.

    Lopez, 52 tahu, dikenai tuntutan berkonspirasi mendistribusikan kokain dan melakukan pencucian uang dengan ancaman penjara seumur hidup.

    Baca: 

    Kuil Budha Jadi Sarang Narkoba, Kamboja Larang Film Kingsman

    Presiden Meksiko Batal ke Amerika Serikat, Trump Bikin Panas

    “Penangkapan Lopez Nunez dan ekstradisinya menunjukkan komitmen pemerintah AS dan lembaga di Meksiko untuk mengejar para pengedar narkoba, yang mencoba membanjiri jalan-jalan kita dengan zat beracun dan adiktif demi keuntungan pribadi mereka,” kata John P. Cronan, asisten Jaksa Agung AS, secara terpisah.

    Gembong narkoba paling dicari di dunia, Joaquin "El Chapo" Guzman dikawal ketat oleh petugas keamanan Drug Enforcement Administration (DEA) setibanya di bandara Long Island MacArthur di New York, AS, 19 Januari 2017. Guzman tiba di New York usai diekstradisi dari Meksiko. REUTERS

    Pejabat Drug Enforcement Administration, DEA, mengatakan Lopez bakal langsung menjalani persidangan pada Senin, 9 Juli 2018 waktu setempat di pengadilan di Alexandria.

    Menurut temuan petugas, Lopez bersekutu dengan kartel Jalisto, yang menjadi geng narkoba dengan pertumbuhan pesat, untuk melawan anak-anak Guzman yaitu Ivan Archivaldo Guzman, dan Jesus Alfredo Guzman. Lopez dituding bertanggung-jawab untuk serangkaian tindakan kekerasan seperti pembunuhan di Sinaloa dan Baja, California.

    Pada 2017, ruang gerak Lopez semakin terjepit karena persaingan dengan anak-anak Guzman dan pengejaran polisi Meksiko. Anak Lopez, Damaso Lopez Serrano, akhirnya menyerahkan diri di perbatasan AS dan Meksiko. Serrano menjadi bandit narkoba tertinggi dari kartel Meksiko yang menyerah kepada penegak hukum.

    “Serrano mengaku bersalah menyelundupkan obat-obatan terlarang seperti methampetamine, kokain, dan heroin, berjumlah ribuan kilo ke AS,” begitu dilansir LA Times.

    Sjeumlah tentara khusus Meksiko berjaga di sekitar bandara jelang dilakukannya ekstradisi gembong narkoba asal Meksiko, Joaquin "El Chapo" Guzman di Ciudad Juarez, Meksiko, 19 Januari 2017. Guzman pertama kali tertangkap pada 1993 di Guatemala. Meski dikurung di sebuah penjara berkeamanan tinggi di wilayah barat Meksiko, dia kabur pada 2001 dengan cara bersembunyi di gerobak pakaian kotor. AP Photo

    Dengan rontoknya satu persatu kartel narkoba di Meksiko ini, sekarang ini ada dua bandar narkoba ‘zaman dulu’ yang masih berkeliaran yaitu Ismael ‘El Mayo’ Zambada Garcia, dan Rafael Caro Quintero.

    Media Anadolu melansir, Lopez bakal menjadi saksi untuk persidangan kasus El Chapo pada September 2018 di New York. Guzman ditangkap pada Januari 2016 setelah kabur dari kejaran petugas selama enam bulan. Saat ditahan di Meksiko, Guzman sempat kabur dua kali pada 2001 dengan bantuan Lopez dan 2015 dari penjara pengamanan maksimum Meksiko lewat terowongan.

    “Baik Meksiko dan Amerika memiliki kepentingan dengan suksesnya proses peradilan Guzman dan sanksi kepadanya,” kata Beltran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.