Cina Umumkan Travel Warning ke Amerika Serikat, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Cina di Washington, Amerika Serikat, mengeluarkan travel warning untuk warga negaranya yang bepergian ke Amerika Serikat. Peringatan ini meningkatkan ketegangan perang dagang kedua negara.

    Kedutaan memperingatkan wisatawan Cina untuk travel warning tagihan medis yang mahal, ancaman penembakan dan perampokan, inspeksi dan penyitaan oleh agen pabean, penipuan telekomunikasi, dan bencana alam.

    Baca: Pangkalan Militer Sri Lanka Pindah ke Pelabuhan yang Disewa Cina

    "Keamanan publik di Amerika Serikat tidak baik. Kasus penembakan, perampokan, dan pencurian sering terjadi," kata Kedutaan Besar Cina dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis di situsnya, seperti dilaporkan Reuters, Rabu, 4 Juli 2018.

    "Para wisatawan di Amerika Serikat harus waspada terhadap lingkungan mereka dan orang-orang yang mencurigakan, serta menghindari keluar sendirian di malam hari," demikian pernyataan Kedutaan Besar Cina.

    Travel warning ini diumumkan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump akan memberlakukan tarif barang tambahan senilai US$ 34 miliar atau Rp 488 triliun dari Cina pada Jumat, karena menilai praktik perdagangan Cina yang tidak adil dan mengancam ketahanan nasional hingga US$ 450 miliar atau Rp 6.889 triliun dalam impor Cina.

    Sejumlah pemuda menarikan tarian tradisional Cina, barongsai, saat ikut meramaikan Tahun Baru Imlek di San Francisco, Amerika Serikat, 16 Februari 2018. (AP Photo/Eric Risberg)

    Cina telah berjanji akan membalas dengan tarifnya sendiri atas produk pertanian Amerika dan barang-barang lain, juga untuk mengambil lebih banyak langkah kualitatif jika Trump meneruskan perang dagang.

    Saat ditanya apakah peringatan ini bersifat politis, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan musim panas adalah musim lonjakan bagi warga Cina pergi ke Amerika Serikat dan Kedutaan Cina memiliki kewajiban memperingatkan warga tentang potensi risiko di luar negeri.

    "Peringatan semacam ini dari Kedutaan Cina di negara yang bersangkutan, saya pikir ini benar-benar masalah yang berada dalam lingkup tugas kami," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lu Kang.

    Baca: Cara Rumah Sakit di Cina Tipu Ratusan Pasien via WeChat

    Dilansir dari Travelpulse.com, Cina adalah salah satu negara dengan kunjungan wisatawan tertinggi di Amerika Serikat. Terhitung hampir 8 persen pengunjung mancanegara berasal dari Cina pada 2016, menurut Asosiasi Perjalanan Amerika. Apalagi wisatawan Cina membelanjakan rata-rata US$ 6.900 atau Rp 99 juta setiap kunjungan ke Amerika, lebih dari rata-rata pengunjung mancanegara teratas Amerika lainnya.

    Cina sering mengeluarkan peringatan perjalanan di luar negeri, umumnya di daerah yang dilanda perang. Namun beberapa negara lain berpendapat bahwa Beijing menggunakan cara lain, seperti membatasi pariwisata keluar, untuk mengimbangi nilai politik atau perdagangan, meskipun pemerintah Cina biasanya menyangkal isu-isu terkait.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.