Thailand Dinilai Sukses Tangani Kasus Perdagangan Manusia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: Sejumlah calon TKI ilegal asal Indonesia yang diduga menjadi korban perdagangan manusia diamankan oleh petugas BNP2TKI di ruang tunggu keberangkatan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Maret 2016. dok.TEMPO

    Ilustrasi: Sejumlah calon TKI ilegal asal Indonesia yang diduga menjadi korban perdagangan manusia diamankan oleh petugas BNP2TKI di ruang tunggu keberangkatan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Maret 2016. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan tahunan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk penanganan perdagangan manusia atau TIP memperlihatkan sejumlah negara di kawasan Asia mengalami fluktuasi. Untuk kawasan Asia, Thailand dinilai sebagai negara terbaik dalam menangani perdagangan manusia.

    Laporan yang dipublikasikan pada Kamis, 28 Juni 2018 memperlihatkan skala 1 sampai 3 untuk memberikan peringkat suatu negara dalam upayanya menangani masalah perdagangan manusia. Tingkat 1 dianggap menjadi salah satu negara terbaik, sedangkan peringkat ketiga yang terburuk.

    Pada 2018, Thailand menempati urutan ke dua setelah dua tahun berturut-turut berada di bawah pengawasan. Thailand menjadi negara yang diawasi karena kasus perbudakan yang ada di kapal-kapal penangkap ikan serta perdagangan imigran etnis minoritas Rohingnya dari Myanmar.

    Baca: Migrant Care: Ada Unsur Perdagangan Manusia di Kasus Adelina

    Reputasi Negeri Gajah Putih yang membaik ini disambut gembira oleh pemerintah Thailand. Negara yang dipimpin oleh militer itu memuji keputusan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang dinilai telah mencerminkan upaya dan tekad Thailand dalam mengatasi perdagangan manusia.

    Keberhasilan Thailand juga di ikut oleh Jepang yang ditempatkan ke level tertinggi, yaitu peringkat ke-1. Meski begitu, Jepang menjadi sorotan terkait banyaknya kasus prostitusi yang pekerjanya dijanjikan bayaran tinggi oleh jaringan kriminal. Sedangkan Filipina telah berada di tingkat pertama selama tiga tahun berturut-turut.

    Baca: Kemenlu Ungkap Kasus Perdagangan Manusia di Perikanan Afrika

    Sayang, ada sejumlah negara di Asia yang mengalami penurunan dalam standar TIP. Peringkat Malaysia turun menjadi peringkat 2 setelah negara itu dianggap menjadi salah satu negara tujuan perdagangan manusia, salah satunya banyaknya kasus tenaga kerja asing yang tidak memiliki dokumen resmi di Malaysia.

    Laos, Papua Nuguni dan Myanmar turun ke peringkat 3. Di kawasan Asia Timur baik Korea Utara dan China, tetap berada di tingkat 3.

    Myanmar diturunkan ke peringkat terendah karena banyaknya masalah terkait perdagangan manusia dan pelanggaran terhadap etnis minoritas, Rohingnya. Laporan tersebut menyatakan Etnis Rohingnya menjadi sasaran eksploitasi, termasuk banyaknya oknum yang merekrut anak-anak sebagai tentara di daerah-daerah konflik.

    CNN | FOXNEWS | INSAN QURANI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.