KPK Malaysia Bekukan 2 Rekening UMNO Terkait Skandal 1MDB

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas PM Malaysia Najib Razak melakukan wawancara pertama dengan Reuters di sebuah resor di Langkawi soal kasus dugaan korupsi 1MDB, Rabu, 20 Juni 2018. Reuters

    Bekas PM Malaysia Najib Razak melakukan wawancara pertama dengan Reuters di sebuah resor di Langkawi soal kasus dugaan korupsi 1MDB, Rabu, 20 Juni 2018. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Malaysia, MACC, telah membekukan rekening bank milik Partau Umno, yang pernah dipimpin bekas Perdana Menteri Najib Razak sebagai bagian dari penyelidikan skandal 1MDB, 1Malaysia Development Berhad.

    Partai United Malaysia National Organisation, UMNO, diyakini telah menerima dana dari 1MDB, yang sedang menjadi subyek investigasi terkait dugaan pencucian uang di setidaknya enam negara.

    Baca: 

    Mahathir Mohamad: Kasus Anwar Ibrahim Beda dengan Najib Razak

    Cabut Gugatan, Bekas PM Malaysia Najib Razak Bayar Rp 70 juta

    Malaysia membuka kembali investigasi skandal 1MDB pada Mei 2018 setelah kemenangan pemilu mengejutkan oleh koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad. Koalisi ini mengalahkan koalisi pimpinan UMNO, yang memerintah negara itu selama lebih dari 60 tahun.

    Seperti dilansir South Chna Morning Post pada Jumat, 29 Juni 2018, seorang sumber mengungkapkan dua rekening bank UMNO dibekukan baru-baru ini.

    'Perang' di Dalam UMNO

    Pembekuan itu dilakukan setelah Ahmad Zahid Hamidi, presiden sementara UMNO, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) pada Kamis, 28 Juni 2018.

    Baca: 

    Najib Razak Mengaku Tidak Tahu Menahu Soal Penggelapan Dana 1MDB

    Eks Ajudan Najib Razak Diserahkan Pengadilan Malaysia ke KPK

    Otoritas Amerika Serikat mengatakan uang sebanyak lebih dari US $ 4,5 miliar atau sekitar Rp64,5 triliun telah disalahgunakan dari 1MDB, dan hampir US $ 700 juta dari dana itu masuk ke rekening bank pribadi milik Najib Razak. Razak mengaku uang itu berasal dari Raja Abdullah dari Arab Saudi, yang telah meninggal pada 2015.

    Najib secara konsisten, seperti diberitakan Reuters, membantah melakukan kesalahan. Dia mengaku tidak tahu menahu telah terjadi penyelewengan di 1MDB dan SRC, yang pernah menjadi unit usaha di bawah 1MDB. KPK Malaysia sedang menyelidiki aliran dana sekitar Rp150 miliar dari SRC ke Najib Razak.

    Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, mengatakan awal bulan ini pemerintah sedang berupaya untuk memulihkan dana 1MDB yang hilang, termasuk dari partai politik yang telah menerima dana itu. Dia mengatakan UMNO, yang pernah dipimpin Najib Razak, bukan satu-satunya partai politik yang telah menerima dana 1MDB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.