Imam Tunisia: Arab Saudi Pakai Dana Haji Perangi Suriah dan Yaman

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rribuan umat Muslim kelilingi Kakbah saat tawaf dalam melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 28 Agustus 2017. AP Photo

    Rribuan umat Muslim kelilingi Kakbah saat tawaf dalam melakukan ibadah Haji di Mekkah, Saudi Arabia, 28 Agustus 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Imam Tunisia meminta Imam Agung negara itu untuk mencegah perjalanan ibadah haji tahun ini karena biaya haji yang mahal telah dipergunakan Arab Saudi untuk membiayai perang di negara-negara Muslim.

    Baca: Jemaah Qatar dan Suriah Dilarang Haji, Arab Saudi Dikecam

    Media Turki melaporkan, Sekreteris Jenderal Persatuan Imam Tunisia, Fadhel Ashour mengatakan, lebih baik dana haji digunakan untuk meningkatkan kondisi kehidupan warga Tunisia.

    "Arab Saudi menggunakan uang haji untuk melakukan agresi melawan negara-negara Islam seperti Suriah dan Yaman, yang justru bertentangan dengan syariah," ujar Persatuan Imam Tunisia seperti dilaporkan Middle East Monitor, 22 Juni 2018.

    Baca: Arab Saudi Gempur Ibu Kota Yaman, 50 Orang Tewas

    Arab Saudi memimpin pasukan koalisi Arab untuk bertempur di Yaman melawan kelompok pemberontak Houthi. Di Suriah pasukan koalisi Arab Saudi membantu pasukan pemberontak menghadapi pasukan pemerintah Suriah, Bashar al-Assad yang didukung Rusia.

    Menteri Urusan Agama Tunisia, Ahmed Adhoum sudah mengumumkan bahwa sudah 236 ribu orang mendaftar untuk mengikuti ibadah haji tahun ini. Jumlah warga Tunisia yang akan naik haji mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebanyak 10374 orang, tahun ini menjadi 10.892 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.