Pria Ini Membunuh 21 Rekan Kerja dengan Tabur Racun di Makanan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sandwich (pixabay.com)

    ilustrasi sandwich (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi di Jerman menangkap seorang pria yang diduga membunuh 21 rekan kerjanya dengan menabur racun berupa zat kimia berbahaya di makanan mereka sejak tahun 2000.

    Pihak berwenang Jerman kini tengah meluncurkan penyelidikan atas serangkaian kematian panjang setelah pekerja fitting logam tertangkap menaburkan zat beracun di salah satu makanan sandwich rekannya.

    Baca: Sadis, 20 Orang Dibunuh Penjaga Kuil Sufi di Pakistan  

    Pria berusia 56 tahun itu yang hanya disebutkan sebagai Klaus O ditangkap pada Mei lalu di kota barat laut Schloß Holte-Stukenbrock, 200 mil di sebelah barat ibukota Berlin.

    Calon korban memperingatkan atasannya di perusahaan fitting besi ARI Armaturen setelah menemukan bubuk putih pada makanannya. Setelah mereka meninjau rekaman keamanan, perusahaan menghubungi polisi.

    “Pada awalnya kami pikir itu adalah lelucon yang salah di antara rekan kerja, dan bukan upaya pembunuhan,” kata Tilo Blechinger, manajer di ARI Armaturen, seperti dilansir Newsweek pada 28 Juni 2018.

    Baca: Fakta, 10 Pembunuhan Menggemparkan yang Dilakukan Anak-anak  

    Para peneliti segera mengidentifikasi zat yang ditaburi sebagai timbal asetat yang sangat beracun dan memiliki rasa yang hambar. Menelan senyawa dapat menyebabkan kerusakan organ serius dan kematian. Acetat timbal biasanya digunakan untuk membuat kosmetik dan sebelum toksisitasnya diketahui, digunakan dalam pemanis buatan.

    Setelah mencari rumah tersangka, petugas menemukan bahan pembuat racun termasuk merkuri, timbal dan kadmium.

    Polisi kini memperluas pemeriksaan mereka terhadap 21 karyawan dari pabrik yang sama yang meninggal sejak tahun 2000. Banyak yang meninggal karena kanker atau serangan jantung, yang mungkin disebabkan oleh keracunan logam berat.

    Baca: Bulgaria Tutup Kasus 'Umbrella Killing' Markov

    Polisi sedang mempertimbangkan penggalian 21 mayat untuk melakukan tes lebih lanjut dan akan mewawancarai dokter yang merawat para korban serta anggota keluarga.

    Seorang juru bicara untuk Universitas Bonn mengatakan, keracunan timah sangat langka dan sulit dideteksi. Gejala umum termasuk kelumpuhan, gemetar, pusing dan gusi berdarah, yang semuanya dapat dikaitkan dengan penyakit lain yang lebih umum.

    Dua karyawan lainnya saat ini mengalami koma dan hidupnya bergantung pada perawatan dialisis. 

    Tersangka yang membunuh 21 rekan kerjanya dengan meracuni makanan mereka sejauh ini bungkam dan tidak memberikan indikasi mengenai motifnya melakukan kejahatan itu.

    NEWSWEEK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.