Hakim California: Satukan Kembali Keluarga Imigran Dalam 30 Hari

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak dipisahkan dari orang tuanya akibat kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. [NEWSWEEK]

    Anak-anak dipisahkan dari orang tuanya akibat kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. [NEWSWEEK]

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim distrik San Diago, California, Amerika Serikat,  Dana Sabraw memerintahkan otoritas perbatasan AS untuk menyatukan kembali keluarga imigran yang terpisah akibat kebijakan presiden Donald Trump dalam kurun waktu 30 hari.

    Bahkan hakim Sabraw memerintahkan agar mempertemukan kembali orang tua dengan anaknya yang berusia kurang dari 5 tahun dalam tempo 14 hari terhitung dari keluarnya putusan hakim pada hari Selasa, 26 Juni 2018.

    Baca: 2000 Anak Terpisah dari Orang Tua Akibat Kebijakan Imigrasi Trump

    Hakim Sabraw juga memerintahkan agar pemisahan keluarga tidak diberlakukan lagi di AS, kecuali orang tua  tidak sehat atau tidak ingin bersama anaknya.

    Pemerintah juga diperintahkan untuk memberikan layanan agar orang tua dan anaknya yang terpisah dapat berkomunikasi melalui telepon dalam kurun waktu 10 hari sejak perintah ini dikeluarkan.

    "Fakta-fakta ini ditetapkan sebelum Hakim mnunjukkan tanggapan atas situasi chaos yang dibuat Pemerintah sendiri," tulis Sabraw dalam putusannya, seperti dikutip dari globalnews.ca, Rabu, 27 Juni 2018.

    Anak-anak imigran di tempat penampungan yang disediakan pemerintah AS. [The Nation.com]

    Baca: Pentagon Siapkan 20 RIbu Tempat Tidur Bagi Anak Imigran

    Hakim memenangkan gugatan American Civil Liberties Union yang yang didaftarkan pada Maret lalu. Lembaga ini menggugat pemerintah yang memisahkan seorang anak perempuan usia 7 tahun dari ibunya warga Kongo dan seorang anak laki-laki usia 14 tahun dengan ibunya warga Brasil.

    "Air mata akan bercucuran di pusat penahanan di negara ini ketika keluarga-keluarga mengetahui mereka akan dipersatukan," kata penasehat American Civil Liberties Union, Lee Gelernt.

    Kementerian Keamanan Dalam negeri dan Keadilan belum menanggapi atas putusan pengadilan.

    Lebih dari 2000 anak telah dipisahkan dari orang tua mereka dalam beberapa minggu ini. Mereka ditempatkan di tempat penampungan yang disewa pemerintah yang jauhnya beratus-ratus mil. Ini terjadi setelah mengeluarkan kebijakan imigrasi terhadap mereka yang masuk ke AS secara ilegal.

    Anak-anak imigran gelap yang dipisahkan dari orang tua mereka di bawah kebijakan "zero-tolerance" Presiden Donald Trump, terlihat di kompleks penampungan di di perbatasan Meksiko di Tornillo, Texas, 18 Juni 2018. Zero-tolerance merupakan kebijakan Trump terhadap penyebrangan ilegal, untuk menekan imigran gelap yang masuk. REUTERS/Mike Blake

    Baca: Amerika Serikat Pindai Sidik Jari untuk Klaim Anak Imigran Gelap

    Dengan banyaknya kecaman, Presiden Trump pekan lalu memerintahkan penghentian pemisahan orang tua dengan anak mereka. Trump kemudian memerintahkan orang tua dan anak-anak ditahan bersama-sama.

    Dengan keluarnya keputusan hakim Sabraw, belum diketahui cara aparat di perbatasan akan memenuhi batas waktu yang diperintahkan untuk menyatukan kembali keluarga imigran. Begitu juga cara memfasilitasi orang tua dan anak yang terpisah dapat berkomunikasi lewat telepon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.