Selasa, 23 Oktober 2018

Belanda Setujui Pelarangan Pemakaian Burqa di Depan Publik

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita yang mengenakan niqab menyaksikan pemungutan suara di gedung parlemen, di Istana Christiansborg, Copenhagen, Denmark, 31 Mei 2018.[Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen/ via REUTERS]

    Wanita yang mengenakan niqab menyaksikan pemungutan suara di gedung parlemen, di Istana Christiansborg, Copenhagen, Denmark, 31 Mei 2018.[Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen/ via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Belanda menyetujui RUU Pelarangan Pemakaian Burqa di depan publik termasuk sekolah, gedung pemerintahan dan rumah sakit. Dengan demikian, tulis Time, Belanda menjadi negara terbaru di Eropa yang menerapkan pelarangan memakai burqa secara ketat.

    Burqa atau cadar adalah kain penutup wajah yang dikenakan oleh kaum muslimah.

    Kantor berita Agence France-Presse dalam laporannya mengatakan, isi RUU itu berupa pelarangan resmi atas pemakaian pakaian yang menutup seluruh wajah atau hanya memperlihatkan sedikit matanya di lembaga pendidikan, transportasi publik, institusi pemerintah dan rumah sakit.

    Baca: Belgia Larang Muslimah Pakai Burqa di Depan Umum

    Perempuan yang mengenakan niqab berjalan, di depan Parlemen Denmark di Christiansborg Castle, di Kopenhagen, Denmark, Kamis, 31 Mei 2018. Denmark telah melarang penggunaan pakaian yang menutupi wajah, seperti niqab atau burqa. Mads Claus Rasmussen/AP

    Dalam sidang yang digelar pada Selasa, 26 Juni 2018, RUU tersebut didukung 44 suara sementara 33 lainnya menentang. "Usulan pelarangan pemakaian burqa pernah disampaikan oleh DPR pada 2016 tetapi belum mendapatkan persetujuan parlemen," tulis Reuters.

    Menurut laporan Guardian, pelarangan pemakaian burqa hanya di gedung atau institusi publik bukan di jalan. "Bila ada yang melanggar ketentuan ini akan didenda US$ 466 atau sekitar Rp 6,6 juta (kurs Rp 14.192/dolar)."Foto bangku sebuah bis yang dikira sekelompok wanita menggunakan burqa di Norwegia. Facebook.com

    Para pendukung pelarangan burqa mengatakan, keputusan pemerintah melarang pemakaian burqa itu dimaksudkan demi keamanan. Sebaliknya, para pengritik keputusan tersebut mengatakan, pemerintah sengaja menyasar kaum muslimah. "Saat ini, sekitar 200 hingga 400 muslimah di Belanda mengenakan burqa atau niqab," Reuters melaporkan.

    Baca: Rachid Nekkaz Bayar Denda Ribuan Wanita Berburqa di Eropa

    Pada 2014, pengadilan hak asasi manusia Eropa mendukung keputusan Prancis melarang pemakaian burqa di wilayah publik dengan alasan pelarangan itu tidak melanggar kebebasan beragama. Negara Eropa lainnya yang menerapkan ketentuan pelarangan pemakaian burqa selain Belanda adalah Denmark, Prancis dan Jerman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.