Buru Pemberontak, Tentara Filipina Vs Polisi Baku Tembak, 6 Tewas

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Filipina menggendong anaknya saat tiba di pelabuhan Manila, 30 Oktober 2017. Sekitar  500 personil tentara Filipina pengerahan selama lima bulan dalam menaklukan militan pro ISIS. AFP PHOTO / NOEL CELIS

    Tentara Filipina menggendong anaknya saat tiba di pelabuhan Manila, 30 Oktober 2017. Sekitar 500 personil tentara Filipina pengerahan selama lima bulan dalam menaklukan militan pro ISIS. AFP PHOTO / NOEL CELIS

    TEMPO.CO, JakartaTentara Filipina dilaporkan baku tembak dengan polisi saat memburu milisi pemberontak Komunis di dalam hutan di satu pulau, hingga menewaskan 6 polisi dan melukai 9 lainnya. Baku tembak berlangsung selama sekitar setengah jam hingga kemudian mereka menyadari kekeliruannya. Ternyata para polisi termasuk yang tewas juga melakukan patroli di hutan untuk memburu pemberontak.

    Baca: Pemberontak Komunis Filipina Lanjutkan Perang Gerilya

    Militer Filipina pada Selasa, 26 Juni 2018 mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan atas insiden yang berlangsung sehari sebelumnya atau setelah pemerintah menunda perundingan perdamaian yang bertujuan untuk mengakhiri salah satu pemberontakan yang terlama di Asia.

    "Itu adalah area vegetasi, hutan dan Anda tidak dapat melihat dengan sempurna. Sekarang penyelidikan menyeluruh dilakukan untuk menjelaskan insiden itu," kata Kapten Francis Agno, juru bicara divisi tentara yang terlibat dalam baku tembak 30 menit tersebut.

    Seperti dilansir The Star pada Selasa, 26 Juni 2018, Agno menambahkan penyelidikan dilakukan bersama dengan polisi. Mereka mengatakan enam polisi tewas dan sembilan orang terluka, sementara unit militer tidak melaporkan adanya korban.

    Baca: Lagi, Jet Tempur Filipina Bom Tentara Sendiri di Marawi, 2 Tewas

    Bentrokan itu terjadi di pulau Samar timur yang miskin, salah satu benteng terakhir gerilyawan komunis Tentara Rakyat Baru, kelompok pemberontakan yang telah berusia 49 tahun dan telah merenggut 30.000 jiwa.

    Perundingan perdamaian telah dilakukan dan dinonaktifkan selama 30 tahun dan Presiden Rodrigo Duterte memutuskan untuk menunda selama tiga bulan dimulainya kembali perundingan yang semula dijadwalkan bulan ini.

    Bentrokan antara polisi dan tentara Filipina kemarin bukanlah insiden fatal pertama.Tahun lalu dua serangan udara militer secara tidak sengaja menewaskan sedikitnya 12 tentara ketika pasukan berperang merebut kembali kota selatan Marawi dari militan kelompok pro-ISIS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.