Hindari Tarif UE, Harley Davidson Pindahkan Pabrik ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah motor Harley-Davidson diparkir di luar Museum Harley-Davidson di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). REUTERS/Sara Stathas

    Sejumlah motor Harley-Davidson diparkir di luar Museum Harley-Davidson di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). REUTERS/Sara Stathas

    TEMPO.CO, Jakarta - Harley Davidson, yang menentang penerapan tarif kendaraan bermotor Amerika Serikat oleh Uni Eropa, akan mengalihkan produksi sepeda motor dari pabrik di Amerika Serikat ke pabrik di luar negeri.

    Uni Eropa pada Jumat mengeluarkan tarif impor terhadap produk Amerika Serikat seperti bourbon, selai kacang dan jus jeruk. Tarif Uni Eropa untuk produk AS senilai US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 48 triliun adalah balasan atas penerapan pajak impor Donald Trump terhadap baja dan aluminium Eropa.

    Baca: Perang Dagang, Trump Bakal Larang Ekspor Teknologi ke Cina

    Presiden Donald Trump menyebut Harley Davidson sebagai contoh bisnis AS yang dirugikan oleh perang dagang. Meskipun sebelumya Harley-Davidson telah memperingatkan berulang kali bahwa perang dagang akan berdampak negatif terhadap penjualannya.

    Harley Davidson Inc. menjual hampir 40.000 sepeda motor di Uni Eropa tahun lalu, menghasilkan pendapatan terbesar kedua bagi Amerika Serikat, ungkap Milwaukee company, seperti dilaporkan Associated Press, 25 Juni 2018.

    Baca: Trump Mau Kenakan Tarif Impor Mobil, Uni Eropa Bakal Lakukan Ini


    Dilansir dari Reuters, perusahaan memperkirakan dampak tahunan karena tarif ini sebesar US$ 90 juta atau Rp 1,2 triliun hingga US$ 100 juta atau Rp 1,4 triliun dan akan menaikkan biaya tambahan sekitar $ 2.200 atau sekitar Rp 31 juta per sepeda motor rata-rata yang diekspor dari Amerika Serikat ke Uni Eropa.

    Sejumlah motor Harley-Davidson diparkir di luar Museum Harley-Davidson di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Sabtu (31/8). REUTERS/Sara Stathas


    Namun Harley Davidson tidak akan menaikkan harga untuk mencegah kerugian akibat biaya tambahan pada penjualan di Eropa, yang dipekirakan sebesar sekitar US$ 30 juta atau Rp 424 miliar hingga US$ 45 juta atau Rp 636 miliar untuk sisa biaya produksi tahun ini.

    Baca: Perang Dagang, Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Mobil Eropa


    “Meningkatnya produksi internasional untuk mengurangi beban tarif Uni Eropa bukanlah pilihan perusahaan, tetapi mewakili satu-satunya opsi berkelanjutan untuk menjadikan sepeda motornya dapat diakses oleh pelanggan di UE dan mempertahankan bisnis yang layak di Eropa. Eropa adalah pasar penting bagi Harley Davidson,” tulis pernyataan perusahaan.

    Untuk mencegah lonjakan biaya penjualan, Harley Davidson mengatakan akan menggeser produksi dari pabrik di Amerika Serikat ke fasilitas internasional dan diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan hingga 18 bulan, untuk menghindari dampak tarif otomotif yang dikenakan Uni Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.