Trump Minta Imigran Ilegal Langsung Dideportasi tanpa Pengadilan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang menggelar demonstrasi di depan Civic Center hingga kantor lokal Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), San Diego, California pada hari Sabtu.

    Ribuan orang menggelar demonstrasi di depan Civic Center hingga kantor lokal Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), San Diego, California pada hari Sabtu.

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta imigran yang memasuki negara itu tanpa dokumen harus segera dideportasi. Trump mengatakan ini lewat cuitan di akun @realdonaldtrump pada Ahad pagi, 24 Juni 2018 waktu setempat.    

    “Kita tidak bisa membiarkan orang-orang ini menginvasi negara kita. Ketika seseorang masuk, kita harus segera, tanpa hakim dan kasus di pengadilan, membawa mereka kembali ke negaranya,” kata Trump dalam serangkaian cuitan pada Ahad.

    Baca: 

    5 Ibu Negara Amerika Mengecam Kebijakan Imigran Trump

    Atasi Imigran Gelap, Angkatan Laut Amerika Siapkan Rp 3,2 T

    Trump melanjutkan sistem imigrasi saat ini buruk dan menjadi olok-olok. “Mayoritas anak-anak datang tanpa orang tua mereka. Kebijakan imigrasi kita, ditertawakan seluruh dunia, sangat tidak adil bagi mereka yang mengikuti proses (imigrasi) secara ilegal dan menunggu bertahun-tahun.”

    Trump juga mencuit,”Imigrasi harus berbasiskan meritokrasi – kita butuh orang-orang untuk Buat Amerika Hebat Lagi.

    Anak-anak ikut dalam aksi demo di depan kantor Imigrasi dan Bea Cukai di Miramar, Florida, 1 Juni 2018. Langkah Donald Trump memisahkan para orang tua imigran dari anak-anaknya di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko menarik kecaman dari PBB, uskup Katolik Roma, dan kelompok kemanusiaan lain. AP

    Media Time melansir pemerintah Trump menerapkan kebijakan ‘Toleransi Nol’ untuk semua imigran tak berdokumentasi. Mereka dianggap sebagai kriminal dan dituntut di pengadilan seperti diumumkan Jaksa Agung, Jeff Sessions, pada Mei 2018.

    Baca: 

    2000 Anak Terpisah dari Orang Tua Akibat Kebijakan Imigrasi Trump

    Trump Bela Kebijakan Pemisahan Imigran Ilegal dengan Anak Mereka

    Hingga saat ini, ada sekitar 2300 anak-anak imigran dipisahkan dari orang tuanya oleh petugas perbatasan AS di perbatasan AS dan Meksiko. “Ini menimbulkan kemarahan besar di berbagai dunia dan memunculkan petaka citra bagi pemerintahan Trump,” begitu dilansir Time.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan pemisahan orang tua imigran dan anak mereka di perbatasan AS -- Meksiko. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Ini membuat Trump menganulir kebijakan pemisahan anak imigran dari orang tuanya pada 20 Juni 2018. Namun, baru 522 anak-anak dikembalikan ke orang tuanya hingga Sabtu, 23 Juni 2018. “Kementerian Keamanan Dalam Negeri tidak memberikan batas waktu yang jelas kapan seluruh anak-anak imigran dikembalikan kepada orang tuanya,” begitu dilansir Time.

    Sejumlah kelompok advokasi HAM dan komunitas mengkritik pernyataan Trump itu. “Apa yang dikatakan Trump itu ilegal dan tidak konstitusional,” kata Omar Jadwat, direktur Proyek Hak-Hak Imigran dari American Civil Liberties Union seperti dilansir Al Jazeera. “Setiap pejabat yang telah bersumpah untuk menegakkan konstitusi dan hukum harus menolaknya secara tegas.”

    Kecaman serupa juga datang dari Council on American-Islamic Relations. “Setiap warga Amerika harus merasa marah atas penghinaan terhadap nilai-nilai dan demokrasi kita,” kata Nihad Awad, direktur nasional CAIR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.