Benjamin Netanyahu Sepakati Proyek Kereta Api Israel - Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Israel berencana untuk menghidupkan kembali jalur kereta yang menghubungkan semenanjung Arab ke pelabuhan Haifa di Mediterania. [Reuters / Ronen Zvulun]

    Israel berencana untuk menghidupkan kembali jalur kereta yang menghubungkan semenanjung Arab ke pelabuhan Haifa di Mediterania. [Reuters / Ronen Zvulun]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Perhubungan Israel, Israel Katz, sepakat untuk mempromosikan proyek kereta api dengan Arab Saudi. Katz dan Netanyahu sepakat tentang detail proyek yang akan menghubungkan pelabuhan Haifa ke jaringan kereta api Yordania dan Arab Saudi serta negara-negara Arab lainnya.

    Benjamin Netanyahu memerintahkan untuk mulai memajukan rencana konsultasi dengan AS, Uni Eropa, dan berbagai negara di Timur Tengah dan Asia. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan jalur perdagangan yang menghubungkan Eropa dengan Teluk Persia dan Israel

    Baca: Tiga Negara Ini Juga Tak Punya Hubungan Diplomatik dengan Israel

    "Lintasan untuk Perdamaian Regional" didasarkan pada rencana perluasan rel kereta api di Israel utara, yang akan menghubungkan pelabuhan Haifa ke jaringan kereta api Yordania, kemudian akan dihubungkan dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab Sunni lainnya, seperti dilaporkan Times of Israel, 25 Juni 2018.

    Menteri Transportasi Israel, Israel Katz (kiri) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.[Times of Israel]

    Rute kereta api akan dimulai ke arah timur dari jalur kereta api Haifa-Beit ke perbatasan Yordania kemudian ke Jenin, dan nantinya menghubungkan Palestina. Meterial proyek akan dikirim dari Eropa ke Haifa, untuk menghindari Suriah yang dilanda perang sipil.

    “Israel sebagai penghubung darat antara Eropa dan Mediterania dan Yordania, dan Yordania sebagai pusat transportasi regional, yang akan terhubung ke sistem kereta api ke Israel dan Mediterania di Barat, ke Arab Saudi, serta negara-negara Teluk dan Irak di Timur dan tenggara, dan ke Laut Merah, melalui Aqaba dan Eilat, di selatan,” kata Katz.

    Baca: Bekas Menteri Israel Disebut Jadi Mata-mata Iran, Teheran Bilang?

    "Di luar kontribusinya terhadap ekonomi Israel, Yordania dan ekonomi Palestina, rencana ini akan menghubungkan Israel secara ekonomi dan politik ke wilayah tersebut dan akan mengkonsolidasikan kamp pragmatis di kawasan ini," tambah Katz.

    Infrastruktur transportasi yang ada di Israel, Arab Saudi, dan Negara Teluk memungkinkan untuk penerapan inisiatif dalam waktu yang relatif singkat. Rencana ini menawarkan rute perdagangan yang lebih pendek, lebih murah, dan lebih aman mengingat ketidakstabilan regional yang mengancam jalur melalui Selat Hormuz di Teluk Persia dan Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah.

    Baca: Arab Saudi Bangun Kanal untuk Memisahkan Perbatasan Darat Qatar

    Israel mengharapkan AS untuk memainkan peran penting dengan memberikan dukungan politik utnuk rencan ini. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan proposal ini menarik, tetap AS belum memiliki informasi tentang proyek ini. Namun dilaporkan oleh Middle East Monitor, Israel telah mempresentasikan rencana proyek kepada delegasi AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt.

    Menteri transportasi Israel berpendapat bahwa menghubungkan warga Israel dan Palestina dengan dunia Arab akan berpengaruh besar meningkatkan perdagangan dan meletakkan dasar bagi perdamaian regional di masa depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.