Ribuan Pengunjuk Rasa Anti-Brexit Turun ke Jalan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demi Mandat Brexit

    Demi Mandat Brexit

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 10 ribu orang turun ke jalan ibu kota London, Inggris, Sabtu, 23 Juni 2018. Aksi itu adalah salah satu unjuk rasa anti-Brexit terbesar selama dua tahun sejak dilakukan referendum, yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa. 

    Dikutip dari situs Al Jazeera pada Minggu, 24 Juni 2018, unjuk rasa pro-Uni Eropa menyerukan agar dilakukan pemungutan suara baru untuk mencari suara akhir kesepakatan Inggris meninggalkan Uni Eropa. Unjuk rasa ini dikoordinasi People’s Vote, sebuah kelompok koalisi kampanye agar Inggris bertahan di Uni Eropa. 

    People’s Vote mengatakan lebih dari 100 ribu orang mengikuti aksi turun ke jalan yang dilakukan di jantung Kota London ini. Mereka yang berunjuk rasa sangat ingin Inggris tetap bersama Uni Eropa. 

    “Apa pun pendapat Anda tentang Brexit, semua orang akan setuju bahwa ini kesepakatan besar,” demikian keterangan People’s Vote.

    Baca: Mantan PM Inggris Tak Sesalkan Referendum Brexit

    Seorang petugas menuangkan surat suara yang akan dihitung setelah ditutupnya pengambilan suara referendum Uni Eropa di Islington, London, Inggris, 23 Juni 2016. Pengambilan suara referendum ini memutuskan apakah Inggris keluar atau tidaknya dari Uni Eropa. REUTERS/Neil Hall

    Dalam unjuk rasa anti-Brexit pada Sabtu, 23 Juni 2018, para demonstran mengibarkan bendera Uni Eropa dan tulisan bernada anti-Brexit. Mereka melakukan aksi jalan menuju gedung parlemen Inggris.

    Baca: Inggris Memulai Perundingan Putaran Pertama Brexit

    Dalam referendum yang diselenggarakan pada 23 Juni 2016, sebanyak 52 persen masyarakat Inggris ingin negara mereka keluar dari organisasi terbesar di benua biru, Uni Eropa. Inggris lebih dari empat dekade menjadi anggota Uni Eropa. Namun perundingan terkait dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa berjalan sangat lambat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.