Senin, 17 Desember 2018

Bikin Pernyataan Kontroversial, Duterte Sebut Tuhan itu Bodoh

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte. REUTERS

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte. REUTERS

    TEMPO.CO, Davao – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengucapkan pernyataan mengenai Tuhan yang kemudian memicu kontroversi di negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik ini.

    Duterte mengatakan ini pada saat memberikan pidato pada pembukaan acara ‘National ICT Summit’ di Kota Davao pada Jumat malam, 22 Juni 2018.

    Baca: 

    Presiden Duterte Larang 7 hal Ini di Filipina, Apa saja?

    Duterte Siap Mundur Jika Ada Petisi Memprotes Ciuman Bibirnya

    Lelaki berusia 73 tahun ini berpidato dengan membicarakan berbagai hal termasuk mengenai Adam dan Hawa dan Alkitab.

    “Kejahatan disebut lahir saat Adam memakan buah yang diberikan Hawa. Siapa Tuhan bodoh ini. Orang ini pasti sangat bodoh,” kata Duterte dalam pidato itu seperti dilansir Manila Standard, Ahad, 24 Juni 2018. “Anda menciptakan sesuatu yang sempurna lalu Anda memikirkan sebuah peristiwa yang akan menggoda dan menghancurkan kualitas dari ciptaan Anda.”

     Biarawati Patricia Fox disambut pendukungnya seusai dilepas dari penahanan Biro Imigrasi, Selasa, 17 April 2018. Inquirer/Marianne Bermudez

    Duterte melanjutkan,”Bagaimana Anda bisa memahami Tuhan. Itu sebabnya saya mengatakan Anda tidak percaya..”

    Ini adalah pernyataan terbaru kontroversial Duterte mengenai agama. Dia mengaku tidak peduli dengan agama resmi tapi meyakini adanya Tuhan meskipun Duterter terlahir sebagai seorang Katolik.

    Dalam pidato itu, Duterte juga mengaku tidak menerima konsep dosa asal. “Saya tidak bisa menerima konsep itu. Itu pernyataan yang sangat bodoh. Dosa apa? Dosa asal lalu mereka akan membaptismu. Kepala Anda akan dicuci oleh air suci dan bahkan Anda akan percaya pendeta itu,” kata Duterte dalam bahasa Filipino. Dia juga menggunakan bahasa Inggris dalam pidato ini.

    Baca: 

    Cium Bibir di Acara Resmi Negara, Presiden Filipina Dikritik

    Heboh Rodrigo Duterte, Apa Sebetulnya Kriteria Pelecehan Seksual?

    Duterte mengaku mempercayai adanya “pikiran universal”. “Tapi seberapa jauh pengaruhnya.. Anda tahu, saya tidak bisa membayangkan Tuhan sebagai seorang manusia. Tapi saya benar-benar percaya ada.. Saya punya keyakinan ini dan hal-hal yang terikat. Tapi agama? Mengapa percaya itu?” kata Duterte di depan para tamu yang sesekali tampak tertawa kecil mendengar pernyataannya.

    Duterte juga menilai Tuhan merasa kesepian. “Saya baru menyadari akhir-akhir ini Tuhan itu kesepian. Mungkin karena tidak ada perempuan di sisinya,” kata dia dalam bahasa Tagalog.

    Duterte menutup pidatonya di Davao ini dengan mengomentari lagi konsep ‘dosa awal’.

    “Jadi sekarang kita terlahir dengan dosa asal. Apa itu? Apakah itu ciuman pertama? Apa dosanya? Mengapa disebut original? Anda masih di dalam rahim, lalu Anda sudah punya dosa? Agama macam apa itu?” kata dia.

    Menurut Manila Standard, Duterte juga bicara menyangkut agama sehari sebelumnya di Kota Cabatuan, Iloilo, dihadapan sekitar 3000 warga penerima manfaat reformasi agraria.

    Jika biasanya tamu yang mendengar lelucon atau komentar kasar Duterte tertawa, para undangan di Cabatuan hanya bertepuk tangan secara sopan saat Duterte mengakhiri pidatonya.

    Menanggapi pernyataan kontroversial Duterte itu, aktris Rita Avila menggungah komentarnya di akun Instagram. “Ini hanyalah refleksi dirimu Pak Presiden. Anda hanya menghormati diri Anda sendiri. Kamu melihat kami sebagai tempat sampah yang bisa Anda lempari sampah sesukanya. Seharusnya tidak begitu. Kami manusia juga,” kata Rita di akun @msritaavila.

    Sehari kemudian Rita menghapus unggahannya itu dan menyebutnya respon yang muncul menjadi tidak terkendali.  

    Duterte juga pernah membuat pernyataan kontroversial mengenai Tuhan saat kunjungannya ke Korea Selatan pada awal Juni 2018.

    Sepekan setelah itu, seperti dilansir Rappler, Uskup Agung Socrates Villegas menulis sebuah refleksi soal orang-orang yang mengutuk Tuhan.

    “Daftar kata hinaan terhadap Tuhan tidak berakhir. Tuhan tetap Tuhan dan mereka yang mengutuknya sekarang hanyalah debu,” kata Villegas pada 10 Juni 2018.

    “Ketika kamu meludah ke langit, maka ludahmu akan kembali ke wajahmu. Semakin banyak kamu meludahi Tuhan, semakin banyak ludah di wajahmu. Ini hukum gravitasi. Ini juga hukum keadilan Tuhan,” kata Villegas. Duterte pernah mengundang Kardinal Luis Antonio Tagle ke Istana Malacanang beberapa tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".