60 Tahun Hubungan Diplomatik, Menlu Jepang Akan ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melambaikan bendera Jepang saat menunggu Kaisar Jepang Akihito dan keluarganya muncul di balkon Istana Kekaisaran untuk menandai ulang tahun kaisar yang ke-84, Tokyo, Jepang, 23 Desember 2017. REUTERS/Issei Kato

    Warga melambaikan bendera Jepang saat menunggu Kaisar Jepang Akihito dan keluarganya muncul di balkon Istana Kekaisaran untuk menandai ulang tahun kaisar yang ke-84, Tokyo, Jepang, 23 Desember 2017. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Terkait dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono akan melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada 24-26 Juni 2018. Jepang dan Indonesia memulai hubungan diplomatik sejak penandatangan Perjanjian Perdamaian Jepang-Indonesia pada 20 Januari 1958.

    Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Kono akan tiba di Jakarta pada Minggu malam, 24 Juni, dan bakal melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, pada Senin, 25 Juni 2018. Bagi Kono, kunjungan ini merupakan yang pertama sejak dia diangkat menjadi Menteri Luar Negeri Jepang pada Agustus 2017.

    "Nanti di antaranya akan dibahas isu Semenanjung Korea karena ini adalah isu kawasan yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama. Indonesia saat ini telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), yang salah satunya ini karena dukungan Jepang. Kedua negara juga memiliki perhatian bersama agar tercapainya perdamaian dan daerah bebas nuklir di Semenanjung Korea," kata Arrmanatha, Jumat, 22 Juni 2018.

    Baca: Hadiri Perayaan 60 Tahun Indonesia-Jepang, Jusuf Kalla: Konbanwa

    Juru Bicara Kementrian Luar NegeriArrmanatha Nasir. TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    Baca: Duta Besar Jepang: Kerjasama Indonesia-Jepang Meningkat

    Selain bertemu dengan Retno, Kono juga dijadwalkan akan menemui Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi di Jakarta.

    Indonesia-Jepang telah sepakat menjadikan Indonesia sebagai pusat industri Jepang. Terkait dengan hal ini, Indonesia pun mendorong kemajuan kerja sama dengan Jepang di bidang infrastruktur dan maritim.

    Catatan Kementerian Luar Negeri RI memperlihatkan nilai investasi Jepang ke Indonesia mengalami kenaikan. Pada 2014, Jepang mengucurkan investasi US$ 2,7 miliar. Selain itu, US$ 2,8 miliar pada 2015, US$ 5 miliar pada 2017, dan US$ 1.4 miliar pada kuartal pertama 2018.

    Nilai perdagangan kedua negara pun mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2016, nilai perdagangan Indonesia-Jepang US$ 29 miliar dan US$ 33 miliar pada 2017. Sedangkan pada periode Januari-Maret 2018, nilai perdagangan kedua negara tercatat US$ 9,3 miliar. Produk-produk Indonesia yang dikirim ke Jepang di antaranya batu bara, udang, kayu lapis, dan minyak. Sebaliknya, Indonesia membeli baja dan suku cadang dari Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.