Mahathir Mohamad Ajukan 15 Nama Kabinet Tambahan ke Raja Malaysia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohamad menjalani pelantikan sebagai Perdana Menteri Malaysia baru di Istana Negara dan dipimpin Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V, Kamis, 10 Mei 2018. Reuters/Bernama

    Mahathir Mohamad menjalani pelantikan sebagai Perdana Menteri Malaysia baru di Istana Negara dan dipimpin Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V, Kamis, 10 Mei 2018. Reuters/Bernama

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, telah mengajukan 15 nama anggota kabinet tambahan kepada Raja Malaysia, ungkap sebuah sumber pada Jumat 22 Juni. Daftar ini telah diserahkan pada Rabu 21 Juni.

    "Akan ada total 28 menteri, masing-masing dua dari Sabah dan Sarawak. Wakil menteri juga disertakan, bersama dengan nama untuk senator yang mungkin ditunjuk juga," ujar sumber yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari Malaysiakini, 22 Juni 2018.

    Baca: Malaysia Lanjutkan Pembangunan Menara Tertinggi se-Asia Tenggara

    Seorang Anggota Parlemen di Majelis Rendah Malaysia (Dewan Rakyat) dapat diangkat menjadi anggota Kabinet begitu dia dilantik sebagai Senator di Majelis Tinggi. Menteri Sumber Daya Manusia, M Kulasegaran, menegaskan kepada Malaysiakini bahwa nama-nama telah dikirim kepada Raja.

    "Saya tidak mengetahui rahasia itu, tapi saya tahu (nama-nama telah disampaikan) karena PM Mahathi Mohamad memang mengatakan hal ini kepada kami. Hanya masalah waktu, hari ini, Senin, Selasa mulai berlaku," Kulasegaran. Kabinet baru akan menjadi 29, termasuk Mahathir Mohamad.

    Baca: Mahathir: Mustahil Najib Tak Tahu Transaksi di 1MDB

    Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan 35 nama di Kabinet terakhir pemerintahan Najib Razak, termasuk eks PM Najib juga menteri keuangan, dan kemudian eks wakil perdana menteri Ahmad Zahid Hamidi. Susunan Kabinet sebelumnya juga memiliki 33 wakil menteri.

    Kabinet Mahathir Mohamad telah dilantik pada 21 Mei, 13 hari setelah aliansi Pakatan Harapan (PH) memenangkan pemilihan umum Malaysia. Tambahan ini dikarenakan ada penundaan dalam mengumumkan menteri tambahan karena gesekan internal dan perebutan posisi antara empat anggota PH.

    Baca: Panama Papers Ungkap Adik Najib Razak Miliki Perusahaan Cangkang

    Keempat partai tersebut adalah partai multirasial Anwar Ibrahim (PKR), Partai Aksi Demokratis yang berbasis di Cina (DAP), partai nasionalis Melayu Mahathir Mohamad, Parti Pribumi Bersatu Malaysia, dan Parti Amanah Negara, sebuah faksi Islam moderat. Sumber yang sama mengatakan di antara mereka yang ada di daftar untuk posisi menteri kabinet Malaysia tambahan adalah Saifuddin Abdullah, Amanah, Khalid Samad dari PKR, dan dari DAP, yakni Teresa Kok dan Bapak Ong Kian Ming.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.