Paus Fransiskus Ajak Umat Kristen-Katolik di Dunia Bersatu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memberkati umat saat memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Misa Minggu Palma merupakan pembuka rangkaian pekan suci memperingati wafat dan bangkitnya Isa Almasih. REUTERS/Tony Gentile

    Paus Fransiskus memberkati umat saat memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Misa Minggu Palma merupakan pembuka rangkaian pekan suci memperingati wafat dan bangkitnya Isa Almasih. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus menyerukan penguatan hubungan yang lebih erat antara Gereja Katolik dan gereja Kristen lainnya saat bertemu komunitas oikumenis Protestan dan Gereja Ortodoks di Jenewa, Swiss.

    Paus Fransiskus melakukan perjalanan ke Jenewa atas undangan Dewan Gereja Dunia atau World Council of Churches, WCC, yang dibentuk tahun 1948 dan merupakan rumah utama bagi 350 gereja Protestan, Ortodoks dan Anglikan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. WCC memiliki sekitar setengah miliar jemaat.

    Baca: Pidato Paus Fransiskus di Depan Ribuan Warga

    Selama kunjungannya pada Kamis, 21 Juni 2018, Paus Fransiskus mengambil bagian dalam “doa ekumenis” untuk ulang tahun ke 70 organisasi tersebut, menyoroti komitmennya untuk bersatu di antara berbagai denominasi Kristen.

    "Saya datang ke sini untuk menyerukan persatuan dan perdamaian," kata Paus Fransiskus, seperti dilansir The Local pada 21 Juni 2018.

    Dia juga merayakan Misa di depan puluhan ribu umat Katolik di pusat konvensi Palexpo.

    Gereja Katolik bukan bagian dari WCC, tetapi Paus Fransiskus tertarik untuk menutup kesenjangan antara Gereja Katolik yang memiliki 1,3 miliar umat di seluruh dunia. 

    Baca: Paus Fransiskus Serukan Kaum Muda Tetap Meneriakkan Suara Hati

    Paus juga ingin mengupayakan persatuan Gereja-Gereja mengingat meningkatnya serangan mematikan terhadap umat Kristen.

    Pada Desember lalu, sembilan orang ditembak mati oleh seorang pria bersenjata yang melepaskan tembakan ke gereja Kristen Koptik di Kairo dalam serangan yang diklaim oleh ISIS.

    Pada April 2018, Mesir menghukum mati 36 orang karena peran mereka dalam serangkaian serangan bom di gereja-gereja Koptik di Kairo, Alexandria, dan kota Tua Delta Nil antara 2016 dan 2017 yang menewaskan sedikitnya 80 orang.

    Kedekatan Paus Fransiskus dengan Gereja Kristen non-Katolik termasuk Lutheran dan Gereja Ortodoks Rusia telah membuat marah orang-orang dalam lingkaran konservatif Gereja Katolik.

    Baca: Paus Fransiskus Undang Pemimpin Timur Tengah Bahas Perdamaian

    Pada Februari 2016, Paus Fransiskus dan Patriark Kirill dari Moskow, Kepala Gereja Ortodoks Rusia membuat langkah bersejarah menuju persatuan Kristen setelah pertemuan pertama antara pemimpin dari dua denominasi Kristen tunggal terbesar - yang diadakan di Kuba sejak perpecahan di 1054, yang dikenal sebagai "Skisma Besar".

    Paus Fransiskus dan Patriak Kiriil menandatangani Deklarasi Havana, yang menyerukan untuk mengakhiri pelanggaran terhadap orang Kristen di Timur Tengah. Tetapi kesepakatan dengan Gereja Moskow, yang memimpin lebih dari 130 juta dari 250 juta umat Kristen Ortodoks di dunia, telah dikecam oleh umat Katolik yang merasa dikhianati oleh Paus.

    FREE MALAYSIA TODAY|THE LOCAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.