Rusia Tahan Eks Dewan Nuklir Turki atas Tuduhan Spionase

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carina Tsurkan

    Carina Tsurkan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia menangkap dan menahan seorang wanita eks anggota dewan perusahaan yang membangun pembangkit energi nuklir pertama Turki, Akkuyu atas tuduhan spionase.

    Baca: Cina Tangkap dan Eksekusi Mati 20 Intelijen CIA

    Carina Turcan, yang saat ini menjadi anggota dewan di perusahaan energi yang berbasis di Moskow, Inter RAO, ditahan oleh Dinas Keamanan Federal Rusia pada 15 Juni 2018. Inter RAO mencantumkan Turcan sebagai warga Rusia. Dia baru memiliki paspor Rusia dalam 2 tahun terakhir setelah menanggalkan kewarganegaraan Moldova. 

    Menurut laporan Hurriyet Daily News pada Kamis, 21 Juni 2018, dinas keamanan Rusia telah mengincar Turcan untuk waktu yang lama sebelum menahannya.

    Pengadilan di distrik Lefortovo di Moskow kini menempatkan tersangka berusia 43 tahun itu di pusat penahanan pra-sidang hingga 13 Agustus mendatang.

    Baca: Dituding Spionase Asing, Iran Penjarakan 70 Orang Mata-mata  

    Menurut TASS, Turcan diduga mata-mata untuk Rumania yang mengumpulkan informasi rahasia negara untuk sejumlah komunitas intelijen dari beberapa negara.

    Inter RAO adalah salah satu perusahaan energi negara terbesar di Rusia. Pekerjaannya di Inter RAO meliputi proyek di Moldova, Ukraina, dan Rumania dari 2010 hingga 2011. Hingga Maret 2017, Turcan berada di dewan perusahaan yang akan membangun pembangkit listrik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu.

    Carina Tsurkan yang terancam hukuman penjara hingga 20 tahun jika terbukti melakukan aksi spionase atas nama negara asing merupakan lulusan dari universitas International Gratia Moldova jurusan hukum ekonomi. Wanita kelahiran tahun 1974 ini mendapatkan gelar masternya di satu universitas di Spanyol.  

    HURRIYET DAILY NEWS|CRIME RUSSIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.