PM Thailand: Pemilu akan Digelar Setelah Penobatan Raja

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. REUTERS

    Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, mengatakan pada Selasa 19 Juni kemarin, bahwa pemerintah junta militernya akan mengadakan pemiliu setelah upacara penobatan raja Thailand yang baru. Pernyataan Prayuth Chan-ocha ini menimbulkan keraguan baru terhadap janjinya untuk menggelar pemilu pada Februari mendatang.

    Junta merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih pada Mei 2014 dan telah berulang kali menunda tanggal yang dijanjikan untuk pemilu. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pemerintahannya sedang mempersiapkan penobatan Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, dan mengumumkan bahwa pemilu akan berlangsung hanya setelah upacara.

    Baca: Lembaga HAM Desak Prancis - Inggris Tuntut Junta Militer Thailand

    Ini menimbulkan keraguan, pasalnya, tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk penobatan, sehingga waktu pemilu juga dipertanyakan. Putra Mahkota Vajiralongkorn mengambil alih tahta setelah kematian ayahnya pada tahun 2016.

    "Hal yang paling penting yang sekarang dipertimbangkan pemerintah junta (NCPO) adalah membuat persiapan untuk upacara penobatan kerajaan. Jangan lupa, semua orang Thailand, ini adalah masalah penting," kata Prayuth seperti dilaporkan Associated Press, 20 Juni 2018.

    Baca: Raja Thailand Kendalikan Harta Kerajaan Senilai Rp 836 Triliun

    Pernyataan Prayuth tentang pemilu Thailand sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan terkait apakah pemilu akan digelar sebelum penobatan atau tidak. Lantas Prayuth menjawab "Setelah, tentu saja" dan "Setelah penobatan kerajaan" saat ia ditemui media dalam jumpa pers.

    Chaturon Chaisaeng, menteri pendidikan di pemerintahan yang digulingkan oleh kudeta 2014, mengatakan bahwa karena perdana menteri tidak mengatakan kapan penobatan akan berlangsung, pengumuman itu belum menjadi masalah politik.

    Baca: 9 Tahun Tanpa Hukuman Mati, Thailand Suntik Mati Terpidana

    “Ketika penobatan akan dilakukan tergantung pada keinginan raja dan pemerintah karena tidak ada yang tahu, seperti sekarang, kapan itu digelar. Jika itu digelar segera, misalnya jauh sebelum pemilu, pemilu akan berlangsung seperti biasa,” tutur Chaturon.

    "Saat ini semua orang menunggu untuk mendengar kapan penobatan akan berlangsung," tambah eks menteri Thailand tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.