Amerika Menyatakan Keluar dari Dewan HAM PBB

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, memveto setelah Duta Besar Bolivia untuk PBB mendukung resolusi perlindungan warga Palestina dalam rapat Dewan Keamanan PBB di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 1 Juni 2018.[REUTERS/Shannon Stapleton]

    Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, memveto setelah Duta Besar Bolivia untuk PBB mendukung resolusi perlindungan warga Palestina dalam rapat Dewan Keamanan PBB di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 1 Juni 2018.[REUTERS/Shannon Stapleton]

    TEMPO.CO, Washington – Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley, mengatakan negaranya keluar dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

    Haley menuding Dewan melakukan bias terhadap Israel, yang merupakan sekutu Amerika, dan gagal membuat para pelanggar HAM bertanggung jawab.

    Baca: 
    Amerika Serikat Veto Resolusi DK PBB untuk Palestina
    Sebuah Survei Ungkap Pertentangan Yahudi Amerika Serikat - Israel

    “Para pelanggar HAM terus berkuasa dan terpilih di Dewan ini. Rezim-rezim paling tidak manusiawi di dunia terus menerus lolos dari pemeriksaan. Dewan juga terus-menerus mempolitisasi dan mengkambinghitamkan negara-negara dengan rekam jejak HAM yang positif sebagai upaya mengalihkan perhatian dari pelanggar HAM di jajarannya,” kata Haley, yang didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, seperti dilansir CNN, Selasa, 19 Juni 2018.

    Haley mengatakan Dewan HAM PBB telah terlalu lama menjadi pelindung para pelanggar HAM dan menjadi kolam bias politik.

    Baca:
    Israel Ingin AS Rahasiakan Perangkat Lunak F-35 Dari Turki
    Amerika Serikat Diminta Israel Akui Dataran Tinggi Golan Miliknya

    Media CBS melaporkan Nikki menyebut Dewan sebagai organisasi yang tidak layak menyandang namanya. Dia menyebut negara-negara seperti Cina, Kuba, dan Venezuela sebagai negara yang kerap melanggar HAM. Namun Dewan HAM PBB memilik bias kronis terhadap Israel.

    Sejumlah petugas medis berusaha membantu seorang demonstran Palestina, Haitham Abu Sabla (23) yang terluka saat tabung gas air mata yang dilepaskan oleh pasukan Israel bersarang di wajahnya selama mengikuti aksi protes menandai Hari Al-Quds, di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan 8 Juni 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Mike Pompeo, seperti dilansir Times of Israel, mengatakan Dewan HAM PBB dulu pernah menjadi lembaga yang memiliki visi mulia. “Namun Dewan sekarang menjadi pembela HAM yang lemah,” ujarnya.

    Keduanya mengatakan keputusan Amerika keluar dari Dewan HAM PBB setelah selama setahun terakhir berupaya melakukan reformasi di lembaga ini, tapi tidak berhasil.

    Times of Israel melansir Dewan HAM PBB, yang dibentuk pada 2006, kerap membuat laporan yang menyoroti kebijakan Israel terhadap Palestina, dan ini membuat Amerika menjadi marah.

    “Sejak dibentuk, Dewan mengadopsi lebih banyak resolusi yang mengecam Israel dibanding seluruh dunia jika digabungkan,” ucap Pompeo.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah Amerika dan menyebut Dewan HAM PBB sebagai organisasi bias anti-Israel dan telah mengkhianati misinya dalam melindungi HAM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.