PM Spanyol Ingin Bongkar Makam Diktator Francisco Franco

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga menghiasi makam diktator Spanyol Francisco Franco di El Valle de los Caidos (Lembah Jatuh), di San Lorenzo de El Escorial, di luar Madrid, Spanyol, 19 Juni 2018.[REUTERS / Susana Vera]

    Bunga menghiasi makam diktator Spanyol Francisco Franco di El Valle de los Caidos (Lembah Jatuh), di San Lorenzo de El Escorial, di luar Madrid, Spanyol, 19 Juni 2018.[REUTERS / Susana Vera]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan pada Senin 18 Juni, bahwa dia ingin memindahkan sisa jasad diktator Jenderal Francisco Franco dari mausoleum dan mengubah situs itu menjadi monumen untuk rekonsiliasi.

    Sanchez mengatakan rencana ini kepada stasiun TV nasional bahwa Spanyol tidak akan memiliki simbol yang memisahkan orang-orang Spanyol dan bahwa dia ingin mengubah Lembah of the Fallen menjadi monumen peringatan tentang perang melawan fasisme. Tercatat ebih dari 33.000 orang tewas dari kedua sisi perang saudara Spanyol 1936-1939 dimakamkan bersama sisa-sisa Franco di makam neoklasik di barat laut Madrid.

    Baca: Bersalah Korupsi, Ipar Raja Spanyol Serahkan Diri Masuk Penjara

    Pemimpin sosialis itu mengungkapkan gagasan itu selama wawancara media pertamanya sejak menjabat awal bulan ini, menyusul pemungutan suara parlemen yang menggulingkan pemerintahan konservatif sebelumnya, Mariano Rajoy. Partai Populer, Mariano Rajoy, mengecam Francoisme tetapi telah menentang updaya untuk menggali tulang-tulang diktator.

    Wisatawan berjalan di kompleks bekas makam diktator Jenderal Francisco Franco di Valle de los Caidos (Lembah Jatuh), dekat Madrid, Spanyol, 10 Mei 2016 ini.[AP Photo / Francisco Seco]

    Kaum konservatif juga mengatakan bahwa orang-orang yang berkampanye untuk menggali kuburan massal tanpa nama di Valley of the Fallen atau di tempat lain di seluruh negeri akan membuka kembali sebuah bab yang menyakitkan dalam sejarah.

    "Ini bukan tentang membuka luka, itu tentang menutup mereka," kata Sanchez dalam wawancara hari Senin, seperti dilaporkan Associated Press, 19 Juni 2018.

    Dia mengatakan pemerintahannya akan bekerja untuk memenuhi resolusi parlemen dari tahun lalu yang dipanggil untuk menggali sisa-sisa Franco, menyerahkannya kepada keluarga diktator dan mengubah lembah itu menjadi peringatan untuk Perang Saudara Spanyol.

    "Keputusan tentang penggalian sisa-sisa Franco cukup jelas," tegas Oscar Puente, seorang anggota senior dari partai sosialis yang dekat dengan Sanchez, seperti dikutip dari Reuters.

    Baca: Etihad Airways Siapkan Rute Penerbangan Abu Dhabi-Barcelona


    Puente mengatakan rencana pemerintah adalah untuk mengubah makam Lembah Mausoleum yang dibiayai negara menjadi tempat pengakuan dan memori semua orang Spanyol. Dengan salib setinggi 150 meter, makam Francisco Franco mempresentasikan lembah megah dari kompleks makam sebagai simbol untuk rekonsiliasi nasional.

    Tetapi para kerabat dan aktivis korban perang telah berkampanye menentangnya karena kerja paksa dilakukan saat membangun makam dan karena berada di lokasi yang menonjol, dekat altar basilika, makam diktator yang memerintah Spanyol sampai kematiannya pada 1975. Beberapa kerabat mengajukan tuntutan hukum jika menggali makam mereka yang dikubur tanpa sepengetahuan atau persetujuan keluarga mereka.

    Francisco Franco.[Euro Weekly News]

    Selain itu, keadaan lapuk dari 33.847 tubuh telah menjadi kendala, terutama setelah penyelidikan independen menemukan bahwa kebocoran air dan kelembapan di kapel dan ruang bawah tanah telah mengubah beberapa ceruk menjadi tumpukan tulang.

    Yayasan Francisco Franco Foundation, yang menerima pendanaan negara meskipun ada beberapa desakan untuk mengakhirinya, telah berjanji secara hukum melawan setiap langkah untuk menggali tulang-tulang Franco.

    Baca: Tidak Percaya Tuhan, PM Baru Spanyol Dilantik Tanpa Alkitab

    Sebuah petisi terhadap rencana Sanchez yang diunggah ke internet oleh yayasan tersebut yang disebut menodai Valley of the Fallen dan untuk menghormati kematian, telah menerima lebih dari 24.000 tanda tangan dukungan hingga Senin 18 April.


    Perang sipil masih membayangi Spanyol hampir delapan dekade setelah berakhirnya perang. Minimnya akuntabilitas untuk perang telah meninggalkan luka yang belum sembuh, dan tekanan telah berkembang untuk mengubah situs itu menjadi peringatan untuk menghormati mereka yang meninggal di kedua sisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?