Kecelakaan, Pangeran Kamboja Pro Hun Sen Terluka dan Istri Tewas

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Kamboja

    Pangeran Kamboja

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Kamboja dan pemimpin partai pendukung Hun Sen, Norodom Ranariddh  terluka parah dan istrinya tewas dalam kecelakaan mobil di kota pesisir barat daya Sihanoukville. Taksi menghantam mobil SUV yang dikendarai Ranariddh pada Ahad, 17 Juni 2018.

    "Taksi melaju dari arah yang berlawanan," kata Chuon Narin, kepala polisi provinsi Preah Sihanouk seperti dilaporkan Press TV.

    Baca: Kamboja Mengincar Sam Rainsy, Tuding Sabotase Pemilu

    Pangeran Ranariddh kemudian dibawa dengan helikopter untuk penyelamatan darurat ke Phnom Penh. Dia kabarkan terluka parah. Namun istrinya, Ouk Phalla, 39 meninggal setelah dirawat di rumah sakit di Preah Sihanouk.

    Ranariddh, 73 tahun, adalah putra dari mendiang raja Norodom Sihanouk dan saudara tiri Raja Kamboja saat ini, Norodom Sihamoni. Dia juga mantan rival Hun Sen yang belakangan bersekutu.

    Karirnya dalam dunia politik di negara itu bergolak dalam beberapa dekade terakhir. Dia kembali ke politik pada 2015 untuk memimpin partai Funcinpec royalis yang membuangnya beberapa tahun yang lalu.

    Baca: Bertemu Senat, Raja Kamboja: Lindungi Keadilan dan HAM Rakyat

    Pada 1997, ia digulingkan sebagai wakil perdana menteri dalam kudeta berdarah. Namun sejak kembali ke politik, Ranariddh bersumpah untuk bekerja sama dengan mantan rivalnya perdana menteri Hun Sen. Setelah Mahkamah Agung Kamboja membubarkan oposisi utama Partai Penyelamatan Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.