Senin, 20 Agustus 2018

5 WNI Diidentifikasi Ikut Milisi BIFF Rancang Teror di Filipina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita berjalan di dekat bangunan yang hancur, setelah penduduk diizinkan untuk kembali ke rumah mereka untuk pertama kalinya usai pertempuran antara pasukan pemerintah dengan militan Negara Islam di kota Islam Marawi, Filipina 19 April 2018 REUTERS/Erik De Castro

    Seorang wanita berjalan di dekat bangunan yang hancur, setelah penduduk diizinkan untuk kembali ke rumah mereka untuk pertama kalinya usai pertempuran antara pasukan pemerintah dengan militan Negara Islam di kota Islam Marawi, Filipina 19 April 2018 REUTERS/Erik De Castro

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima warga negara Indonesia atau WNI dan seorang warga Singapura, diidentifikasi ikut bergabung dengan milisi BIFF atau Pemuda Islam Bangsamoro untuk melakukan teror di pulau Mindanao, Filipina selatan.

    Keberadaan keenam milisi asing yang identitasnya belum dirilis tersebut terungkap setelah militer Filipina melancarkan serangan udara dan darat untuk mencegah aksi terorisme menjelang perayaan Idul Fitri.

    Baca: 17 WNI di Marawi Menolak Dievakuasi  

    Operasi militer yang diluncurkan sejak Ahad, 10 Juni 2018 tersebut, menewaskan 26 milisi BIFF di Pulau Mindanao, provinsi di selatan Filipina.

    "Kami sedang memeriksa untuk melihat apakah lima orang Indonesia dan satu warga Singapura termasuk di antara militan yang terbunuh," kata Letnan Kolonel Gerry Besana, juru bicara Komando Mindanao Barat, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 14 Juni 2018.

    Besana menambahkan pihaknya meyakini lima milisi Indonesia itu masuk ke pulau Mindanao tahun lalu untuk mengambil bagian dalam aksi terorisme untuk mengepung kota Marawi. Pengepungan juga melibatkan milisi teroris dari Malaysia, Indonesia dan Singapura.

    Baca: WNI Mantan Milisi Moro Berkisah Marawi dan Dakwah Jamaah Tabligh  

    "Kami tidak tahu tanggal tepatnya milisi asing tersebut memasuki Mindanao tetapi meyakini mereka melakukannya ketika pecah pertempuran di kota Marawi,"kata Besana.

    Pengepungan Marawi menewaskan lebih dari 1.200 orang dan merupakan pertempuran sengit yang dihadapi oleh pemerintah Filipina selama bertahun-tahun, meratakan bangunan dan membuat 200.000 orang mengungsi. 

    Militer Filipina juga mengungkapkan milisi BIFF berencana untuk meluncurkan pengeboman besar-besaran di beberapa kota di Mindanao sebelum dimulainya perayaan Idul Fitri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.