Minggu, 21 Oktober 2018

Pasukan Koalisi Arab Saudi-Yaman Kuasai Sebagian Kota Hodeidah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hodeidah, kota pelabuhan terbesar di Yaman saat ini dikuasai milisi Houthi. [GeorgekhouryUN/Twitter]

    Hodeidah, kota pelabuhan terbesar di Yaman saat ini dikuasai milisi Houthi. [GeorgekhouryUN/Twitter]

    TEMPO.CO, Jakarta -Pasukan pemerintah Yaman yang didukung pasukan koalisi Arab Saudi melancarkan operasi militer dalam skala besar untuk membebaskan kota pelabuhan terbesar di barat Yaman, Hodeidah yang dikuasai milisi Houthi.

    Operasi militer yang diberi nama Kemenangan Emas melancarkan serangan besar-besaran lewat darat. Pasukan koalisi Arab memberikan dukungan tak hanya dari darat, tapi juga lewat laut.

    Baca: Koalisi Arab Memulai Serangan Darat ke Pelabuhan Yaman

    Memasuki Rabu pagi, mengutip laporan Al Arabiya.net, 13 Juni 2018, pasukan Yaman dibantu pasukan koalisi Arab telah tiba di pinggiran kota Hodeidah, dekat bandara udara.

    Pasukan militer Yaman juga telah menguasai kembali wilayah selatan al-Nakhila di Hodeidah sesaat setelah pertempuran dimulai.

    Milisi Houthi melakukan perlawanan terhadap serangan besar-besaran pasukan Yaman dan koalisi Arab Saudi. Televisi Houthi, Al-Masirah TV, melaporkan milisi itu menyasar kapal perang koalisi Arab Saudi di Laut Merah. Dua rudal ditembakkan ke arah kapal peang itu. Kapal perang itu dilaporkan mengalami kerusakan. Tidak diketahui apakah jatuh korban manusia dalam serangan rudal itu.

    Pemerintah Yaman memutuskan untuk melakukan operasi mililtier setelah menyatakan negosiasi gagal pada Selasa malam, 12 Juni 2018 untuk mendesak pemberontak keluar dari Hodeida.

    Baca: Arab Saudi Perang di Yaman Direstui PBB dan Amerika Serikat

    Selain itu, masa tenggang waktu upaya perdamaian yang digawangi PBB telah berakhir.

    "Semua cara-cara damai dan politik untuk menghancurkan milisi Houthi dari pelabuhan Hodeida telah berakhir," demikian pernyataan pemerintah Yaman yang dilaporkan media remsi pemerintah Yaman, Saba.

    PBB melaporkan sektiar 250 ribu orang akan merasakan dampak dari serangan ke Hodeidah.

    Sejumlah organisasi hak asasi manusia mengingatkan, tanpa adanya akses, warga sipil akan terperangkap dalam pertempuran sehingga akan menimbulkan krisis kemanusiaan yang parah. Pertempuran ini juga akan berdampak pada infrastruktur.

    Hodeidah merupakan kota pelabuhan Laut Merah terbesar di Yaman. Kota ini satu-satunya yang tersisa yang masih dikuasai milisi Houthi.

    AL ARABIYA | MIDDLE EAST MONITOR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.