Senin, 20 Agustus 2018

Mendagri Malaysia Bantah Akan Merombak Kepolisian Malaysia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, saat konferensi persi terkait pemecatannya usai mengkritik masalah korupsi di Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Juli 2015. AP/Joshua Paul

    Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, saat konferensi persi terkait pemecatannya usai mengkritik masalah korupsi di Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Juli 2015. AP/Joshua Paul

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin, membantah akan merombak kepolisian Malaysia secara besar-besaran menyusul dugaan keterlibatan pejabat tinggi polisi Malaysia dengan skandal korupsi yang melibatkan eks perdana menteri Najib Razak.

    "Saya menyangkal perubahan besar-besar di posisi tinggi RMP bulan depan seperti yang diberitakan media massa. Namun, sejalan dengan kebijakan pemerintahan yang baik dari Pakatan Harapan, saya meneliti adanya kebutuhan untuk merubah RMP bahkan sebelum memperbarui sebelum Mahathir Mohamad menjabat," kata Muhyiddin Yassin, seperti diberitakan Channel News Asia, 13 Juni 2018.

    Baca: Rumah Najib Razak Kembali Diserbu Polisi Malaysia


    Muhyiddin menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan setiap lembaga, kementerian dan departemen pemerintahan harus berfungsi dengan tanggung jawab, transparan dan berintegritas.

    Polisi Malaysia berbaris dalam perayaan hari Nasional Malaysia di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, 31 Agustus 2015.[Malaymail/Yusof Mat Isa]

    Baca: PM Mahathir: Malaysia Akan Buka Kembali Kedubes di Korea Utara


    Sebelum bantahan Muhyiddin diumumkan, sebuah sumber menyatakan pemerintah akan merombak tubuh kepolisian Malaysia, termasuk inspektur Jenderal kepolisian Malaysia (IGP) menyusul keinginan pemerintah Pakatan Harapan untuk membersihkan lembaga ini.

    "Ya, akan ada goncangan 8,5 skala richter (di kepolisian) pada Juli," ungkap salah satu sumber seperti dilansir dari Strait Times. "Orang nomor satu," tambah sumber tersebut ketika ditanya siapa yang akan diganti.

    Baca: KPK Malaysia Umumkan 4 Buronan Jadi Tersangka Skandal 1MDB


    Kepala kepolisian Malaysia, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, ditunjuk oleh mantan perdana menteri Najib Razak sembilan bulan lalu, menggantikan Tan Sri Khalid Abu Bakar. Rumor penggantian Mohamad Fuzi pun menyeruak namun sumber bersangkutan tidak menjelaskan alasan penggantian Fuzi.


    Diduga akan ada tiga gugus unit elit kepolisian Malaysia yang akan dihapus, yakni Satuan Tugas Khusus untuk Anti-Kekerasan, Perjudian dan Gangster (Stagg), Satuan Tugas Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (Stafoc) dan Kelompok Intelijen Taktis Khusus (Sting).


    Perubahan-perubahan ini diyakini sebagai langkah Mahathir Mohamad yang ingin mengkonsolidasikan posisinya dan berusaha untuk mereformasi semua lembaga pemerintah Malaysia dari kepengurusan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.