Jumat, 22 Juni 2018

Donald Trump: Penasihat Gedung Putih Kena Serangan Jantung

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kini berada di Singapura untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengabarkan, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow terkena serangan jantung.

    "Larry Kudlow, yang bekerja keras untuk masalah perdagangan dan ekonomi menderita akibat serangan jantung," kata Trump melalui cuitan di akun Twitter dari Singapura sesaat sebelum bertemu Kim.

    Baca: Perang Dagang, Media Cina Yakin Bakal Menang Lawan Amerika

    Larry Kudlow. REUTERS

    "Dia sekarang ini berada di Walter Reed Medical Center," lanjutnya. "Kodisi kesehatan Kudlow bagus," tulis CNBC.

    Kudlow, mantan kontributor CNBC dan ekonom Wall Street, memainkan peran penting bagi Amerika Serikat menghadapi perang dagang dengan sekutu AS termasuk Cina.

    Situs berita politico.eu menyebutkan, Kudlow bekerja di balik layar sejak dia bergabung dengan pemerintahan Trump sebagai Direktur Nasional Dewan Ekonomi untuk menghadapi perang dagang dengan Cina.

    Baca: Perang Dagang, Trump Kenakan Cina Tarif Impor Tambahan USD 100 M

    Larry Kudlow. REUTERS

    Pekan lalu, Kudlow melakukan perjalanan ke Kanada untuk mengikuti pertemuan G7 bersama Presiden Trump dan delegasi Amerika Serikat lainnya. Selanjutnya, dia terbang ke Cina sebagai bagian dari delegasi perdagangan. Beberapa pejabat di kalangan Gedung Putih pernah menyampaikan kekhawatirannya soal kesehatan pria berusia 70 tahun itu terkait dengan pekerjaan beratnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.