Senin, 20 Agustus 2018

Perempuan Gugat NASA untuk Kepemilikan Debu Bulan Neil Armstrong

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah botol kaca yang berisi debu bulan dan merupakan hadiah dari astronot Neil Armstrong, adalah subyek dari kasus pengadilan federal di Kansas, Amerika Serikat.[Foto Pengadilan Distrik AS di Kansas via Kansas City Star]

    Sebuah botol kaca yang berisi debu bulan dan merupakan hadiah dari astronot Neil Armstrong, adalah subyek dari kasus pengadilan federal di Kansas, Amerika Serikat.[Foto Pengadilan Distrik AS di Kansas via Kansas City Star]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan Tennessee, Amerika Serikat, menggugat NASA di Kansas untuk menegaskan kepemilikannya atas debu bulan yang diklaim diberikan astronot Neil Armstrong kepadanya.

    Laura Murray Cicco mengajukan gugatan federal pada Rabu 6 Juni untuk klaim hak atas debu bulannya di bawah Undang-Undang Putusan Deklaratif Kode Amerika Serikat, Kansas City Star melaporkan, seperti dilansir Associated Press, 11 Juni 2018.

    Cicco berusia 10 tahun ketika ibunya memberinya sebotol debu dengan catatan dari Neil Armstrong, pria pertama yang menginjakkan kaki di bulan sekaligus teman dari ayah Cicco.

    Baca: Astronot Amerika Serikat Keempat yang Berjalan di Bulan Wafat

    “Untuk Laura Ann Murray - Semoga berhasil - Neil Armstrong Apollo 11,” tulis catatan tersebut.

    NASA belum mencoba mengklaim kepemilikan atas debu, tetapi Cicco mengajukan gugatan proaktif karena merujuk pada peraturan semua material bulan adalah milik negara.

    “Laura diberikan hadiah ini oleh Neil Armstrong, jadi itu miliknya dan kami hanya ingin menetapkannya secara hukum,” kata Chris McHugh, pengacara Cicco.

    Kansas Star City melaporkan pada 2016, seorang hakim Distrik Amerika Serikat di Wichita memutuskan dukungan kepada seorang kolektor yang membeli tas kosong yang keliru ditempatkan dalam lelang pemerintah online. Di dalam tas itu ternyata terdapat debu bulan. McHugh juga mewakili kolektor dalam kasus itu. Tas yang akhirnya dijual di lelang tahun lalu seharga US$ 1,8 juta atau Rp 25 miliar.

    Catatan untuk Laura Ann Murray dari astronot Neil Armstrong.[Foto Pengadilan Distrik Kansas Amerika Serikat via Kansas City Star]


    Keluarga Cicco pindah ke Cincinnati pada tahun 1969 atau 1970, di mana ayahnya, Tom Murray, menjadi teman dekat dengan Armstrong, sehingga mantan astronot menandatangani suratnya untuk Cicco di belakang salah satu kartu bisnis Murray. Tanda tangan telah dikonfirmasi oleh ahli sebagai Armstrong, sesuai dengan gugatan.

    Baca: Alasan Astronot Cina Dilarang Terlibat Aktivitas ISS dan NASA


    Sebelum Neil Armstrong menjadi astronot dan memimpin misi Apollo 11 pada 1969 untuk pendaratan pertama di bulan, ia adalah penerbang Angkatan Laut dalam Perang Korea di kapal induk USS Essex.

    Setelah meninggalkan program luar angkasa, Armstrong mengajar di Departemen Teknik Angkasa Luar di Universitas Cincinnati. Sementara Tom Murray, ayah Cicco, pernah menjadi pilot di Korps Udara Angkatan Darat Amerika Serikat selama Perang Dunia II dan melatih pilot untuk B-17 Flying Fortress.

    Baca: Pesawat NASA Temukan Blok Bangunan Kimia Kehidupan di Mars

    Pada 1969 atau 1970, keluarga Murray, dengan anak tunggal Laura, pindah ke Cincinnati. Rupanya, Armstrong dan Murray berteman cukup dekat sehingga mantan astronot NASA itu menandatangani suratnya kepada Cicco di belakang salah satu kartu bisnis Murray. Gugatan itu mengatakan tanda tangan telah dikonfirmasi oleh seorang ahli sebagai tanda tangan Neil Armstrong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.