Putin-Mohammed bin Salman Bahas Minyak Sambil Nobar Piala Dunia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. [Reuters]

    Presiden Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. [Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman akan menonton pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018 pada 14 Juni mendatang di stadiun Luzhniki, Rusia.

    Baca: Bertemu Putin, Raja Salman Beli Rudal S-400 Seharga Rp 40 Triliun

    Namun pertemuan Putin dan MBS, begitu Putra Mahkota Arab Saudi ini dijuluki, tidak semata-mata menyaksikan pertandingan tim kedua negara bertanding, melainkan misi utama keduanya membahas harga minyak global, seperti dilaporkan Russia Today, 8 Juni 2018.

    Pertandingan perdana tim Rusia melawan Arab Saudi bertepatan dengan seminggu menjelang pertemuan negara-negara pengekspor minyak atau OPEC di Wina, Austria. Kedua negara dan sekutunya dalam pertemuan OPEC akan menghasilkan kesepakatan untuk mengurangi kekhawatiran global karena harga minyak yang mencapai harga tertinggi dalam tiga tahun ini.

    Baca: Putra Mahkota Arab Saudi Bicara Soal Suriah dengan Rusia

    Putin dan Salman diperkirakan akan membahas proposal untuk meningkatkan penjualan minyak di tengah tekanan yang datang dari beberapa negara besar terutama Amerika Serikat.

    Hal ini mendorong munculnya kesepakatan antara kedua negara, Rusia dan Arab Saudi tahun 2016 untuk mengurangi jumlah produksi minyak. 

    "Kami tidak tertarik pada kenaikan harga energi dan minyak yang tak berujung," kata Putin.

    Sejumlah analis mengatakan, Moskow terbuka melakukan revisi atas kesepakatan tersebut agar produksi minyak lebih banyak dengan harga yang lebih murah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.