Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati Tiba di Kampung Halaman

Reporter

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

TEMPO.CO, Jakarta - Dua TKI yang bebas dari hukuman mati pada akhir 2017, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, tiba di kampung halaman mereka di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis sore, 7 Juni 2018. 

Kedua TKI yang masih bertalian darah itu, diserahterimakan di ibu kota Mataram oleh dari Case Officer Kementerian Luar Negeri, Chairil Anhar Siregar, kepada wakil keluarga kedua WNI yang datang menjemput dari Sumbawa Besar. Hadir pula dalam serah terima tersebut Kepala BP3TKI Mataram serta staf KBRI Riyadh.

Baca: Dua TKI Lolos dari Hukuman Mati, Majikan Tak Tuntut Kompensasi

“Sejak awal diberitahukan mengenai bebasnya kedua WNI dari ancaman hukuman mati, keluarga sangat antusias untuk bertemu. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas kerja kerasnya membebaskan keduanya dari ancaman hukuman mati”, kata Chairil.

Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya. Sumber: KBRI Arab Saudi

Baca: Arab Saudi Bebaskan TKW dari Hukuman Mati

Sumiati, 32 tahun dan Masani, 28 tahun datang pertama kali ke Arab Saudi pada 2011 untuk bekerja pada majikannya di kota Dawadmi atau sekitar 300 kilometer dari ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Keduanya ditangkap 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir sehingga menyebabkan anak majikan sakit permanen dan lalai menyuntik insulin ke tubuh ibu majikan yang penderita diabetes, hingga mengakibatkan kematian.

KBRI Riyadh baru mengetahui kasus kedua TKI itu, saat melakukan kunjungan rutin ke Penjara Dawadmi pada 23 November 2015. Terhadap kejadian tersebut, anak korban mengajukan tuntutan hukuman mati atau qishas. Namun demikian, pada akhir 2016, Pengadilan Dawadmi memutuskan menolak tuntutan ahli waris tersebut.

Terhadap putusan pengadilan itu, anak korban kemudian mengajukan banding. Pada akhir 2017 Pengadilan Banding di Dawadmi mengeluarkan putusan yang menegaskan putusan sebelumnya yang menolak tuntutan hukuman mati. Selain karena tidak cukup bukti, penolakan hakim terhadap tuntutan hukuman yang diajukan oleh anak korban juga didasarkan pada fakta bahwa salah seorang ahli waris lainnya, yaitu adik korban, telah memberikan pengampunan dengan mencabut tuntutan dan tanpa meminta kompensasi. Dalam sistem peradilan pidana Arab Saudi, jika satu saja ahli waris memberikan pemaafan maka dengan sendirinya menggugurkan tuntutan hukuman mati hak khusus.

Sejak 2011 hingga sampai sekarang, Kementerian Luar Negeri menangani sekurangnya 662 WNI yang terancam hukuman mati di berbagai negara, sebagian besar dari jumlah tersebut adalah WNI di Malaysia. Dari jumlah kasus tersebut pula, pemerintah telah berhasil membebaskan 484 WNI dari ancaman hukuman mati. Di Arab Saudi sendiri, dengan bebasnya Sumiati dan Masani maka saat ini masih terdapat 18 WNI yang terancam hukuman mati.






Duel Polandia vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022, Herve Renard Pilih Merendah

6 jam lalu

Duel Polandia vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022, Herve Renard Pilih Merendah

Bagi Herve Renard, kemenangan Arab Saudi atas Polandia hanyalah salah satu dari tiga pertandingan mereka di grup sulit di Piala Dunia 2022.


Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Tewas dalam Banjir Bandang di Jeddah Arab Saudi

6 jam lalu

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Tewas dalam Banjir Bandang di Jeddah Arab Saudi

Kemlu mengkonfirmasi tidak ada WNI yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Jeddah, Arab Saudi.


Top 3 Dunia: Anwar Ibrahim Diharapkan Satukan Malaysia

13 jam lalu

Top 3 Dunia: Anwar Ibrahim Diharapkan Satukan Malaysia

Top 3 dunia pada 25 November 2022 masih didominasi pemberitaan seputar pemilu Malaysia yang membawa Anwar Ibrahim ke kursi Perdana Menteri


Mahasiswa Terancam Hukuman Mati Setelah Bunuh Kakek yang Merawatnya Sejak Kecil

1 hari lalu

Mahasiswa Terancam Hukuman Mati Setelah Bunuh Kakek yang Merawatnya Sejak Kecil

Pelaku disangka melanggar hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau hukuman mati.


Jeddah Banjir Bandang, Sekolah hingga Bandara Ditutup

1 hari lalu

Jeddah Banjir Bandang, Sekolah hingga Bandara Ditutup

Banjir bandang di Jeddah, Arab Saudi membuat jalan ke Kota Mekkah ditutup. Banjir menyebabkan bandara hingga sekolah ditutup.


Selangkah Lagi Disahkan Jadi Undang-Undang, Ini Pasal yang Direvisi di Draf RKUHP

1 hari lalu

Selangkah Lagi Disahkan Jadi Undang-Undang, Ini Pasal yang Direvisi di Draf RKUHP

Komisi Hukum dan Kemenkumham merampungkan pembahasan RKUHP di tingkat I. Rancangan segera dibawa ke rapat paripurna DPR terdekat untuk disahkan.


Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Pengacara mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, heran soal alasan pencabutan BAP Irjen Teddy Minahasa.


Jeddah dan Mekkah Diterjang Hujan Lebat, 2 Orang Tewas

1 hari lalu

Jeddah dan Mekkah Diterjang Hujan Lebat, 2 Orang Tewas

Hujan badai musim dingin dan banjir terjadi hampir setiap tahun di Jeddah, di mana penduduk telah lama mengeluhkan buruknya infrastruktur.


Airlangga Yakin Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Hijau, Jika Dikerjakan Serius

2 hari lalu

Airlangga Yakin Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Hijau, Jika Dikerjakan Serius

Menko Airlangga menyebut Indonesia bisa menjadi raja di sektor energi hijau, menyusul gelar Arab Saudi yang dikenal sebagai raja minyak dunia.


Warga Rayakan Kemenangan Arab Saudi Lawan Argentina di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

Warga Rayakan Kemenangan Arab Saudi Lawan Argentina di Piala Dunia 2022

Para penggemar sepak bola bernyanyi, menari dan bertepuk tangan saat pertandingan Arab Saudi lawan Argentina di Piala dunia 2022 berakhir