AS Panggil Pulang Diplomat yang Alami Sakit Misterius di Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo Direktur Central Intelligence Agency (CIA). REUTERS/Leah Millis

    Mike Pompeo Direktur Central Intelligence Agency (CIA). REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memanggil pulang beberapa diplomat dari Guangzhou, Cina, karena khawatir tertular penyakit misterius yang menyerupai cedera otak. Kasus ini mirip penyakit yang dialami personel kedutaan besar Amerika Serikat di Kuba beberapa tahun lalu.

    Pemanggilan pulang beberapa diplomat AS terjadi setelah satu staf konsulat di kota di selatan Cina menderita sakit. Tindakan cepat langsung diambil, termasuk mengerahkan tim untuk medis untuk memeriksa seluruh staf dan anggota keluarganya masing-masing.

    Baca: Gedung Putih Ultimatum Ratusan Diplomat AS Pengkritik Trump 

    "Kementerian telah mengirim sejumlah individu untuk evaluasi lebih lanjut dan penilaian komprehensif dari gejala dan temuan mereka di Amerika Serikat," kata Heather Nauert, Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS seperti dilansir India Today pada Kamis, 7 Juni 2018.

    "Profesional medis akan terus melakukan evaluasi penuh untuk menentukan penyebab gejala yang dilaporkan dan apakah temuan konsisten dengan yang dicatat dalam personil pemerintah yang terkena dampak sebelumnya atau mungkin sama sekali tidak terkait," katanya.

    Baca: Venezuela Usir Diplomat Amerika Serikat, Dendam Kena Sanksi

    Hingga Rabu, 6 Juni 2018, Kementerian Luar Negeri AS telah mengevakuasi setidaknya dua warganya  yang jatuh sakit setelah mendengar suara-suara aneh di Cina.

    Tahun lalu, 24 pegawai pemerintah Amerika Serikat dan anggota keluarga di Kuba menunjukkan gejal mirip dengan geger otak dan cedera otak traumatis ringan.

    Penyakit  yang diderita  para diplomat AS di Havana telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo telah merilis sebuah pernyataan untuk membentuk satuan tugas guna mengarahkan respon multi-agensi terhadap penyakit yang tidak dapat dijelaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.