5 Hal Mengenai Pulau Sentosa Tempat Trump dan Kim Bertemu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Hotel Capella yang berada di Pulau Sentosa, Singapura, 4 Juni 2018. Lokasi Hotel Capella yang tersembunyi di sudut Pulau Sentosa diperkirakan memudahkan upaya pengamanan saat Kim dan Trump bergerak menuju lokasi pertemuan. REUTERS/Edgar Su

    Pemandangan Hotel Capella yang berada di Pulau Sentosa, Singapura, 4 Juni 2018. Lokasi Hotel Capella yang tersembunyi di sudut Pulau Sentosa diperkirakan memudahkan upaya pengamanan saat Kim dan Trump bergerak menuju lokasi pertemuan. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Singapura – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, bakal bertemu di hotel bintang lima Capella Hotel, Pulau Sentosa, di selatan Singapura.

    Keduanya bakal bertemu untuk pertama kali membicarakan proses denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea pada Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: 

    Trump -- Kim Jong Un Bakal Bertemu di Pulau Sentosa Singapura

    KTT Trump -- Kim Jong Un, Singapura Bikin Medali Perdamaian Dunia

    Ini merupakan pertemuan bersejarah kedua setelah pertemuan pertama antara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, digelar pada akhir April 2018.

    Lewat cuitannya di akun Twitter @realdonaldtrump, Trump mengatakan,”Berharap ini bakal menjadi awal sesuatu yang besar.”

    Berikut ini 5 hal mengenai Pulau Sentosa dan Capella Hotel:

    1. Pulau Sentosa dikenal sebagai Pulau Setelah Kematian

    Sebelum berganti nama menjadi Pulau Sentosa, pulau ini bernama Melayu yaitu “Pulau Belakang Mati” atau Pulau Setelah Kematian. Sebagian beranggapan nama pertama itu mengacu pada kegiatan perompakan yang bermarkas di pulau itu.

    Menurut National Library Board, sebagian warga lainnya mengatakan pulau itu menjadi tempat roh pejuang atau surga bagi jasad-jasad yang dikubur di Pulau Brani, yang terletak di sebelahnya.

    Baca: 

    Kim Jong Un Bertemu Menlu Rusia Sebelum Temui Donald Trump

    Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong Un Jadi Digelar

    Pemerintah Singapura lalu mengadakan kontes untuk mengubah nama pulau itu pada 1969 dan mendapat nama Sentosa, yang dalam bahasa Melayu berarti ‘damai dan tenang’. Nama Sentosa mulai digunakan pada 1970.

    1. Dua gedung mendapat status konservasi

    Ada dua gedung di Pulau Sentosa yang mendapat status perlindungan konservasi yaitu Bungalow Tanah Merah 1 dan 2. Status itu diberikan pada 7 Agustus 2000 sedangkan kedua bangunan itu berdiri sejak 1880.

    Bungalow itu menjadi tempat tinggal para pejabat kolonial Inggris dan Artileri Kerajaan Inggris, dan Komando Pertahanan Pantai. Bungalow ini juga dikenal sebagai Mes Perwira, yang menjadi tempat para perwira dan keluarganya beristirahat dengan berdansa dan bermain tenis. Capella Hotel menerima tamu di kedua bungalow ini, yang telah mengalami restorasi menjadi terlihat moderen.

    1. Gedung Serba Guna berbentuk bundar

    Gedung Serba Guna atau Ballroom dari Capella Hotel berbentuk bundar dan menjadi satu-satunya gedung ballroom dengan bentuk ini di Singapura. Luasnya mencapai 800 meter per segi dan dapat menampung 400 tamu. Langit-langit ballroom ini menampilkan suasana malam berbintang dan juga bisa dibuka untuk membuat cahaya matahari masuk.

    1. Burung Merak berkeliaran

    Ada banyak burung merak berkeliaran di sekitar hotel dan sering menjadi obyek foto para tamu untuk diunggah di jejaring sosial media. Burung merak ini kerap berkumpul di sekitar kolam dan di sekitar restoran The Knolls, yang menjadi tempat makan sepanjang hari di hotel ini.

    1. Selebriti seperti Madonna dan Lady Gaga pernah menginap

    Hotel bintang lima ini, yang didesain oleh arsitek Inggris, Norman Foster, telah menjadi tempat menginap sejumlah selebritas seperti Madonna dan Lady Gaga saat mereka melakukan tur di negara kota itu. Hotel ini terletak sekitar 5 menit dari Pantai Palawan dan 15 menit dari Universal Studio Singapura. Pulau ini juga memiliki resor golf yaitu Sentosa Golf Club, yang bisa menjadi tempat menarik bagi Trump. Trump dikenal hobi main golf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.