PM Israel Keliling Eropa, Minta Dukungan Melawan Iran

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Presiden Paraguay Horacio Cortes di kantor perdana menteri Israel di Yerusalem, 19 Juli 2016.[Timesofisrael]

    Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Presiden Paraguay Horacio Cortes di kantor perdana menteri Israel di Yerusalem, 19 Juli 2016.[Timesofisrael]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu keliling Eropa untuk meminta dukungan melawan seterunya di Timur Tengah, Iran.

    Al Jazeera melaporkan dari Paris, setelah melawat ke Jerman, Netanyahu terbang ke Prancis untuk menemui Presiden Emmanuel Macron. Kunjungan ke Eropa itu dimanfaatkan Netanyahu membujuk kedua negara agar bersedia bergabung dengan Amerika Serikat menentang kesepakatan nuklir dengan Iran.

    Baca: PBB Minta Israel dan Iran Hentikan Ketegangan di Suriah

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam pembukaan kedutaan besar Guatemala, Yerusalem, 16 Mei 2018. [ Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu gestures as he speaks during the dedication ceremony of the embassy of Guatemala in Jerusalem, May 16, 2018. [REUTERS/Ronen Zvulun/Pool]

    Iran dan negara superkuat termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat sepakat atas pembatasan pengembangan nuklir Iran pada 2015. Dengan demikian, mereka mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran. Namun kesepakatan tersebut ditentang dan dibatalkan oleh Presiden Donald Trump.

    "Sikap Amerika Serikat mendapatkan dukungan Israel dan Arab Saudi, negara yang menjadi rival Iran di Timur Tengah," tulis Middle East Monitor.PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato saat upcara pembukaan kedutaan besar AS di Yerusalem, 14 Mei 2018. REUTERS/Ronen Zvulun

    Pada pertemuan dengan Presiden Macron, Netanyahu ingin menyakinkan Prancis bahwa Iran hingga sampai saat ini masih melakukan pengayaan uranium. "Namun Presiden Emmanuel Macron tidak yakin," tulis Al Jazeera.

    Baca: Israel dan Arab Saudi Dukung Sikap Amerika Serikat Soal Nuklir

    Sementara itu, situs berita Ashar Al-Awsat mengatakan, pertemuan itu juga dimanfaatkan oleh Presiden Macron untuk menyatakan ketidaksukaan Prancis atas sikap Israel dalam menangani unjuk rasa di Gaza yang menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai 6.000 orang lebih. "Macron menolak kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap rakyat Palestina."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.