Mengaku Korban Pelecehan Seksual, Mesir Tahan Turis Libanon

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mona el-Mazboh ditangkap di bandara Kairo, Mesir. [www.von.gov.ng]

    Mona el-Mazboh ditangkap di bandara Kairo, Mesir. [www.von.gov.ng]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Mesir memerintahkan penahanan terhadap seorang wisatawan perempuan Libanon selama 15 hari setelah dia mengunggah rekaman video melalui laman Facebook.

    Dalam laman tersebut dia mengatakan tentang insiden pelecehan seksual selama kunjungannya di Mesir. "Apa yang disampaikan itu penghinaan bagi rakyat Mesir," tulis kantor berita pemerintah, MENA, Sabtu, 2 Juni2018.

    Baca: Mesir Loloskan RUU Pelecehan Seksual, Pelaku Dihukum Berat

    Mona el-Mazboh ditangkap di bandara Kairo, Mesir. [YouTube screenshot]

    Middle East Monitor dalam laporannya mengatakan, perempuan bernama Mona el-Mazboh itu ditahan sejak Kamis, 31 Mei 2018. "Dia ditangkap di bandara Kairo pada akhir kunjungannya di Mesir usai berbicara mengenai pelecehan seksual di video hingga viral di media sosial," kata sumber keamanan.

    Sementara itu, kantor berita Reuters menulis, di rekaman video tersebut, Mazboh mengeluh mendapatkan pelecehan seksual dari seorang sopir taksi dan anak-anak muda di jalanan. "Layanan rumah makan di Mesir buruk selama bulan suci Ramadan. Di negeri ini, juga ada pencurian uang selama saya tinggal," ucapnya di Mazboh di video.Mona el-Mazboh ditangkap di bandara Kairo, Mesir. [www.thepeninsulaqatar.com]

    Namun demikian, Reuters belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Mazboh atau memverifikasi kebenaran rekaman video yang berlangsung selama 10 menit tersebut. "Kemungkinan dia akan terancam hukuman tiga hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah," kata salah seorang pengacaranya.

    Baca: Mesir Adili 13 Tersangka Pelecehan Seksual  

    Belakangan, tulis Reuters, Mazboh mengunggah rekaman video kedua, isinya permohonan maaf kepada rakyat Mesir atas apa dia sampaikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.