Tidak Percaya Tuhan, PM Baru Spanyol Dilantik Tanpa Alkitab

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez (kiri).[politico.eu]

    Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez (kiri).[politico.eu]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin sosialis Spanyol Pedro Sánchez disumpah sebagai perdana menteri Spanyol yang baru pada Sabtu pagi, 2 Juni 2018, oleh Raja Felipe VI. Namun uniknya, perdana menteri baru yang mengambil sumpah jabatan di Istana Zarzuela, Madrid ini, bersumpah tanpa Alkitab atau salib.

    Sánchez menggunakan kata "janji" daripada "bersumpah" saat sumpah jabatan, sesuai dengan bahasa hukum yang diadopsi untuk memungkinkan pemisahan antara gereja dan negara. Ini dikarenakan Ketua Partai Sosialis itu tidak percaya Tuhan atau ateis.

    "Saya berjanji, dengan hati nurani dan kehormatan saya, untuk dengan setia memenuhi kewajiban posisi presiden pemerintah, dengan kesetiaan kepada Raja, dan untuk melindungi dan dilindungi konstitusi sebagai hukum dasar Negara," kata Sanchez seperti dikutip Politico.eu, 3 Juni 2018.

    Baca: Dari Mosi Tidak Percaya, Ketum Partai Sosialis Jadi PM Spanyol

    Sánchez memenangkan dukungan di parlemen pada Jumat 1 Juni, karena mosi tidak percaya kepada perdana menteri sebelumnya, Mariano Rajoy, tak lama setelah putusan pengadilan dalam skandal korupsi yang melibatkan pejabat dari partai eks perdana menteri. Mariana Rajoy adalah pemimpin Spanyol pertama yang digulingkan dalam mosi tidak percaya.

    Lainnya: Ditegur Mengenakan Koteka ke Kampus, Mahasiswa: Apa Bedanya dengan Batik

    Ketua Partai Sosialis Spanyol (PSOE), Pedro Sanchez, tersenyum saat debat mosi tidak percaya di gedung parlemen, Madrid, Spanyol, 31 Mei 2018.[REUTERS/Susana Vera]

    Pelantikan Pedro Sánchez menandai babak baru dan pertama kali dalam sejarah Spanyol modern, bahwa perdana menteri gagal mengamankan kepercayaan parlemen untuk pertama kalinya sejak transisi Spanyol dari kediktatoran menuju demokrasi pada 1977.

    Sementara mantan profesor ekonomi berusia 46 tahun itu memiliki tugas berat saat untuk menghilangkan kekhawatiran pasar keuangan tentang ketidakstabilan politik, serta menyelesaikan perselisihan sengit dengan nasionalis Catalan, yang menyatakan kemerdekaan setelah referendum pada 2017.

    Baca: Jaksa Jerman Minta Tokoh Oposisi Spanyol Diekstradisi

    Pemimpin Sosialis Spanyol (PSOE) telah berjanji untuk menghormati anggaran negara 2018 yang disahkan oleh pendahulunya dan bernegosiasi dengan Catalan, selama persatuan Spanyol, namun menolak untuk memberikan kemerdekaan bagi Catalan.

    "Saya sadar akan tanggung jawab yang saya bayangkan, tentang momen politik kompleks yang akan dilalui negara kita dan saya akan menghadapi semua tantangan dengan kerendahan hati dan dedikasi," kata Sanchez setelah diumumkan sebagai perdana menteri usai pemungutan suara di parlemen seperti dilansir dari Aljazeera.

    Sistem dua partai yang dulu mengakar di Spanyol telah memberi jalan bagi terpecahnya sayap kiri dan sayap kanan.

    Pemimpin sosialis ini berhasil membentuk koalisi dengan Podemos yang berhaluan kiri, dua kelompok pro-kemerdekaan Catalan dan partai nasionalis Basque, yang semuanya menolak mendukung kandidat Partai Sosialis untuk jabatan perdana menteri Spanyol pada pemilihan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.