Jika Doha Beli Senjata Rusia, Arab Saudi Akan Gempur Qatar

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi bin Abdulaziz al-Saud (kiri) dan Raja Maroko Muhammad VI. REUTERS-Wikipedia

    Raja Arab Saudi bin Abdulaziz al-Saud (kiri) dan Raja Maroko Muhammad VI. REUTERS-Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi, salah satu negeri yang memblokade Qatar, mengancam melakukan aksi militer terhadap negara Teluk itu jika Doha membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia S-400. Demikian laporan harian Prancis Le Monde, Jumat, 1 Juni 2018, seperti dikutip Al Jazeera.

    Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Raja Salman menunjukkan keprihatinannya atas pembicaraan antara Doha dengan Moskow soal jual beli senjata antiserangan udara.

    Baca: Tiga Rahasia Diplomasi Qatar Hingga Jadi Kuat

    Rusia juga menempatkan sistem pertahanan udara S-400 Triumph di aset-aset pentingnya di Suriah. S-400 disebut-sebut sebagai pertahanan udara paling canggih, rudal-rudalnya mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. sputniknews.com

    Le Monde menyebutkan, terkait dengan hal tersebut, Raja Arab Saudi itu mendesak Prancis meningkatkan tekanannya terhadap Qatar seraya mengatakan kekhawatirannya mengenai konsekwensi yang timbul jika Doha benar-benar mewujudkan ambisnya membeli sistem pertahanan darat ke udara.

    "Pembelian senjata tersebut menjadi ancaman besar bagi keamanan Arab Saudi," bunyi surat Raja Salman kepada Macron.Saudi Arabia mengikuti jejak Turki, sebulan kemudian. Situs militer IHS Janes menulis bahwa Arab Saudi dan Rusia telah menandatangani sebuah kesepakatan yang mencakup pengadaan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 yang akan dibangun di kerajaan tersebut, pada saat Raja Salman mengunjungi Moskow, 5 oktober 2017. AFP/Vasily Maximov

    Dia melanjutkan, "Dalam situasi seperti ini, Kerajaan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi sistem pertahanan Qatar, termasuk melakukan aksi militer," katanya seperti ditulis Le Monde yang mengutip dari seorang sumber dekat dengan Istana Elysee.

    Baca: Qatar Larang Barang Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain

    Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar secara sepihak pada Juni 2017 setelah negeri kerajaan itu menuduh Doha mendukung gerakan terorisme dan terlalu dekat dengan Iran. Sikap Arab Saudi itu disusul sekutunya Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir. Tuduhan Arab Saudi dibantah Qatar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.