Dari Mosi Tidak Percaya, Ketum Partai Sosialis Jadi PM Spanyol

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Partai Sosialis Spanyol (PSOE), Pedro Sanchez, tersenyum saat debat mosi tidak percaya di gedung parlemen, Madrid, Spanyol, 31 Mei 2018.[REUTERS/Susana Vera]

    Ketua Partai Sosialis Spanyol (PSOE), Pedro Sanchez, tersenyum saat debat mosi tidak percaya di gedung parlemen, Madrid, Spanyol, 31 Mei 2018.[REUTERS/Susana Vera]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Partai Sosialis Spanyol, Pedro Sanchez, mengambil alih kursi perdana menteri Spanyol pada Jumat 1 Juni, setelah eks Perdana Menteri, Mariano Rajoy, kehilangan suara dalam pemungutan suara mosi tidak percaya parlemen yang dipicu kasus dugaan korupsi yang melibatkan anggota partai sayap kanannya.

    Ketua Partai Sosialis Spanyol, Pedro Sanchez, menjadi Perdana Menteri ketujuh Spanyol sejak tahun 1970 menyusul runtuhnya kediktatoran Francisco Franco.

    Namun lengsernya Rajoy setelah enam tahun menjabat mewariskan ketidakstabilan ekonomi salah satu dari empat negara pilar ekonomi utama Uni Eropa, ke dalam ketidakstabilan politik di Spanyol.

    Baca: Dibebaskan Pengadilan Jerman, Puigdemont Ajak Dialog Spanyol

    Sanchez memenangkan mosi tidak percaya pada Jumat 1 Juni, dengan dukungan 180 suara dan 169 menentang dan 1 abstain, seperti dilaporkan Reuters.

    Dia mengatakan akan memerintah sampai pemilihan parlemen pada pertengahan 2020. Tetapi belum jelas apakah pemerintahannya dapat bertahan dengan hanya 84 wakil Partai Sosialis dalam dewan legislatif yang berjumlah 350 kursi.

    sebagian besar partai Spanyol dan Sanchez sendiri menjadi pro-Eropa dan investor melihat risiko politik di Spanyol lebih kecil dibanding Italia.


    "Kami mengalami kekacauan politik Eropa minggu ini ... tetapi situasi di Spanyol sangat berbeda dari Italia," kata Michael Metcalfe, kepala strategi makro global, State Street Global Markets.

    "Para pihak yang memimpin dalam jajak pendapat di Spanyol adalah orang-orang sentris jadi kami tidak akan mengalami keterpurukan fiskal seperti yang ditemui di Italia."

    Orang-orang melambaikan bendera estelada di Barcelona, Spanyol, 27 Oktober 2017. Parlemen daerah Catalonia mengeluarkan sebuah mosi untuk mendirikan sebuah Republik Catalan yang independen. AP


    Shancez telah berkomitmen untuk mengikuti anggaran yang disahkan oleh Rajoy dan dengan perwakilan parlemen yang sedikit, Sanchez akan kesulitan untuk mereformasi kebijakan struktural yang dilakukan oleh Rajoy, termasuk undang-undang tenaga kerja baru dan pemotongan anggaran kesehatan dan pendidikan.

    Baca: Angkatan Laut Spanyol Selamatkan 408 Imigran di Mediterania


    Rajoy sendiri telah meyakini dirinya kalah sebelum pemungutan suara mosi tidak percaya dan mengatakan kepada parlemen, "Tuan Sanchez akan menjadi kepala pemerintah dan biarkan saya menjadi yang pertama yang mengucapkan selamat kepadanya."

    Posisi Rajoy semakin tidak dapat dipertahankan dan rusak oleh statusnya sebagai kepala pemerintahan yang diwarnai korupsi oleh partainya sendiri serta dorongan kemerdekaan di wilayah makmur Catalan.


    Pedro Sanchez akan dilantik pada Senin dan menunjuk kabinetnya minggu depan. Ia berjanji untuk memulai negosiasi dengan pihak separatis Catalan tetapi menolak memberikan referendum kemerdekaan dari Spanyol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?