Eks Kepala Mossad: Netanyahu Perintahkan Serang Iran pada 2011

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berbicara selama konferensi pers di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, Israel, 30 April 2018. REUTERS/Amir Cohen

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berbicara selama konferensi pers di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, Israel, 30 April 2018. REUTERS/Amir Cohen

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Badan Intelijen Israel, Tamir Pardo, menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pernah memberikan perintah pada 2011 untuk menyiapkan aksi militer menyerang Iran dalam waktu 15 hari.

    Pernyataan ini disampaikan Tamir Pardo pada Kamis 31 Mei kemarin, dalam acara televisi Israel, Keshet TV, seperti dilaporkan dari Associated Press, 1 Juni 2018.

    Baca: Jaksa Israel Rekomendasikan Benjamin Netanyahu Korupsi

    Tamir Pardo merupakan kepala badan intelijen Israel, Mossad, dari tahun 2011 hingga 2016.

    "Ketika dia memerintahkan untuk memulai proses hitung mundur, kalian mesti tahu kalau dia tidak bercanda," ungkap Pardo dan menambahkan, "Ini adalah sesuatu yang sangat besar."

    Namun belum ada tanggapan dari Benjamin Netanyahu atas klaim Pardo.

    Mantan Direktur Mossad, Tamir Pardo, saat tiba di rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 22 Februari 2015.[AP/Ronen Zvulun]

    Rabu kemarin, Netanyahu mengatakan, "Israel tidak akan membiarkan Iran mempersenjatai diri dengan senjata nuklir. Kami akan terus menindak aksi Iran untuk membangun aktivitas militer di Suriah, tidak hanya di dataran tinggi Golan, tetapi di seluruh Suriah."

    Baca: Palestina Bela Turis Indonesia yang Tak Bisa Masuk Israel


    Pernyataan Pardo muncul di tengah konflik musuh abadi Israel, Iran, yang membayangi kawasan Suriah dan mengancam Israel dari perbatasan. Milisi Iran menembakkan roket ke daerah Israel dari perbatasan Suriah-Israel di dataran tinggi Golan, yang dibalas Israel dengan serangan udara ke Suriah.


    Netanyahu menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik jarak jauh. Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, yang menjabat saat Netanyahu menjadi menteri pertahanan pada 2011, menyebut Netanyahu menjual bom ke Iran pada 2010 dan 2011. Namun tuduhan ini dibantah pejabat senior Israel.


    Pardo mengatakan saat ia menerima perintah rencana untuk menyerang Iran dia mengklarifikasi segalanya, melakukan verifikasi dengan penasihat hukum, dan berkonsultasi dengan setiap orang yang berkepentingan untuk memberikan perintah perang."

    Namun tidak dijelaskan kenapa tidak terjadi serangan Israel ke Iran setelah mendapat perintah penyerangan oleh Netanyahu pada 2011. Benjamin Netanyahu kini mengkritik perjanjian nuklir antara negara dunia dengan Iran pada 2015. Selain itu, ia juga mendesak Rusia untuk menekan milisi Iran yang masuk ke Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.