Mesir Kenakan Pajak untuk Pengungsi Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat muslim yang merupakan pengungsi asal Suriah, melakukan salat magrib usai berbuka puasa bersama pada hari pertama bulan Ramadan di Sao Paulo, Brasil, 17 Mei 2018. AP

    Sejumlah umat muslim yang merupakan pengungsi asal Suriah, melakukan salat magrib usai berbuka puasa bersama pada hari pertama bulan Ramadan di Sao Paulo, Brasil, 17 Mei 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Mesir menerapkan pajak bulanan kepada pengungsi Suriah yang dimulai pada bulan depan, selanjutnya akan ditingkatkan menjadi pajak tahunan. Demikian kabar dari kantor berita Suriah, Syria Call, sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

    Pajak yang harus dibayar oleh semua pengungsi asing di Mesir itu akan diberlakukan pada Juli 2018. Pajak tersebut senilai US$ 11 atau sekitar Rp 153 ribu (kurs Rp 13.919/dolar). Selanjutnya US$ 5,6 setara dengan Rp 78 ribu yang dibayarkan setiap tahun hingga 2021.

    Baca: Australia Tampung Pengungsi Suriah, Kenapa Indonesia Waspada?

    Riad Nawaf Al Radi, seorang pengungsi Suriah asal Daraa, saat menyelesaikan halaman surat dari Al Quran yang dibuatnya di atas panel kayu di Kota Irbid, Yordania (26/3). Nawaf Al Radi, seorang calligraphist dan seniman telah menghabiskan 13 bulan untuk membuat Al-Quran di bengkel pembuat lemari Mesir. Jordan Pix/ Getty Images

    Undang-Undang Pajak yang diusulkan oleh anggota parlemen serta Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan Nasional Kamal Amer selanjutnya mendapat persetujuan pemerintah sebagai bentuk kompensasi untuk mengatasi beban keuangan yang dikeluarkan pemerintah. Pajak ini juga dimanfaatkan sebagai sumber pemasukan untuk menyediakan fasilitas publik, seperti masalah kesehatan, air, sanitasi dan infrastruktur.

    Menurut Amer, kedatangan warga asing yang terus meningkat di negaranya memiliki dampak signifikan terhadap dana yang harus dikeluarkan pemerintah. "Pajak akan membantu mengurangi defisit anggaran," katanya.Salah satu pengungsi Suriah di kamp Pengungsian Zaatari sedang menanam bawang.

    Middle East Monitor menulis, jumlah pajak senilai US$ 11 atau sekitar Rp 153 ribu sangat memberatkan pengungsi yang saat ini ditimpa kemalangan akibat perang di negerinya. Pemerintah Mesir menuduh setengah juta warga Suriah telah meninggalkan negaranya menuju Mesir sejak pecah perang saudara pada 2011, meskipun faktanya hanya 130 ribu pengungsi yang terdaftar.

    Baca: Turki Menahan Tentara Penyiksa Pengungsi Suriah

    Suriah dilanda konflik perang saudara pada 2011 ketika sekelompok oposisi dan penentang Presiden Bashar al Assad melakukan perlawanan bersenjata. Akibat konflik tersebut, lebih dari satu juta warga Suriah mengungsi ke sejumlah negara, termasuk Mesir, Libanon, dan negara-negara di Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.