Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anak Eks Mata-mata Rusia Berjuang Peroleh Kewarganegaraan Kanada

image-gnews
Alex Vavilov (kanan) dan kakaknya, Tim, meninggalkan pengadilan orang tua mereka Donald Heathfield dan Tracey Ann Foley karena diduga mata-mata Rusia, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 1 Juli 2010. Alex yang kini berusia 23 tahun dan saudaranya Tim, mencari kewarganegaraan di Kanada di mana orang tua mereka tinggal. [AP Photo/Elise Amendola]
Alex Vavilov (kanan) dan kakaknya, Tim, meninggalkan pengadilan orang tua mereka Donald Heathfield dan Tracey Ann Foley karena diduga mata-mata Rusia, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 1 Juli 2010. Alex yang kini berusia 23 tahun dan saudaranya Tim, mencari kewarganegaraan di Kanada di mana orang tua mereka tinggal. [AP Photo/Elise Amendola]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Anak mantan mata-mata Rusia di Amerika Serikat, Alex Vavilov, tengah berjuang memperoleh hak kewarganegaraan Kanada.

Dilansir dari Associated Press, 28 mei 2018, Alex Vavilov yang berusia 23 tahun berjuang mencari hak untuk tinggal secara permanen di Kanada, di mana orang tuanya pernah tinggal sebagai mata-mata Rusia.

Namun pemerintah Kanada mengatakan dia tidak berhak atas kewarganegaraan dan telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung untuk membatalkan paspor yang diberikan kepadanya oleh pengadilan. Para pendukung Vavilov mengatakan seorang anak tidak perlu membayar dosa orang tuanya sementara yang kontra menyatakan ia tidak berhak menjadi orang Kanada karena kelahirannya karena orang tuanya menggunakan identitas palsu di Toronto dan Massachusetts ketika mereka mengumpulkan informasi intelijen untuk Rusia.

Baca: Kepala Intelijen Australia: Spionase Cina ke Australia Meningkat

Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang mengulas balik ingatan Perang Dingin setelah Rusia dituduh melakukan upaya pembunuhan Sergei Skripal di Inggris dan mengintervensi pemilihan presiden Amerika Serikat.

"Kita seharusnya tidak melakukan apa pun untuk melawan aktivitas intelijen Rusia, terutama dalam kasus peracunan orang," kata Richard DesLauriers, agen FBI yang mengawasi penangkapan orang tua Alex Vavilov, Andrey Bezrukov dan Elena Vavilova, pada tahun 2010 bersama dengan delapan anggota lain mata-mata Rusia di Amerika Serikat

Baca: Assange Siap Bersaksi Soal Keterlibatan Rusia di Pemilu AS

Pengadilan setuju untuk menangani kasus Alex Vavilov pada bulan ini, dan akan memutuskan apakah pemerintah akan memberikan kewarganegaraan kepadanya atau tidak. Jika Alex Vavvilov mendapat hak kewarganegaraan, ini memungkinkan kakaknya Tim untuk mempertahankan kewarganegaraan Kanada-nya juga.

Foto yang dirilis US Marshals pada 29 Juli 2010 menunjukkan Tracey Ann Foley alias Elena Vavilova (kedua dari kanan atas), setelah FBI menangkapnya karena tuduhan mata-mata Rusia pada 27 Juni. Sembilan lainnya adalah (dari kiri atas) Cynthia Murphy alias Lydia Guryev, Patricia Mills alias Natalia Pereverzeva, Anna Chapman, Vavilova, Vicky Pelaez. (dari kiri bawah): Richard Murphy alias Vladimir Guryev, Michael Zottoli alias Mikhail Kutsik, Mikhail Semenko, Donald Howard Heathfield alias Andrey Bezrukov and Juan Lazaro alias Mikhail Vasenkov. [U.S. Marshals via AP]

Kanada, sama seperti Amerika Serikat, memberikan kewarganegaraan kepada siapa pun yang lahir di wilayahnya dengan pengecualian anak-anak diplomat. Pemerintah berpendapat bahwa orang tua Vavilov adalah karyawan atau perwakilan dari pemerintah asing dan karenanya tidak memenuhi syarat, tetapi pengacara mengatakan bahwa mereka bukan perwakilan resmi dan bahwa semua yang penting dalam kasus ini adalah tempat kelahiran fisik mereka.

"Hak untuk kewarganegaraan adalah hak dasar ketika Anda lahir di sini," kata Hadayt Nazami, pengacara Vavilov yang berbasis di Toronto.

“Anda tidak dapat menghukum anak-anak karena sesuatu yang dilakukan orang tua mereka. Anda tidak bisa. Akan sangat buruk jika Kanada melakukannya. ”

Baca: Peneliti Prancis Sebut Cina Mempunyai 18 Lembaga Intelijen

Orang tua Alex Vavilov dan Tim datang ke Toronto pada 1980-an dan menggunakan nama Donald Heathfield dan Tracey Ann Foley. Mereka kemudian melahirkan Tim pada 1990 dan Alex pada 1994 sebelum pindah ke Paris pada 1995 dan kemudian Cambridge, lalu Massachusetts pada 1999.


Pada 2010, FBI membongkar kelompok mata-mata Rusia yang telah tinggal selama bertahun-tahun di Amerika Serikat. Sepuluh orang mata-mata yang ditangkap dikembalikan ke Rusia.

Alex dan saudaranya menyatakan bahwa mereka tidak tahu orang tua mereka adalah mata-mata Rusia. FBI percaya kedua orang tua Vavilov menggunakan identitas palsu di Kanada untuk memata-matai jaksa Amerika Serikat. Ayah Vavilov dilaporkan bertemu pada 2004 dengan seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat untuk membahas penelitian senjata nuklir.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Toronto Terendam Banjir

23 menit lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro
Toronto Terendam Banjir

Banjir di Toronton Kanada menyebabkan listrik padam, gangguan lalu lintas dan sejumlah penerbangan terlambat atau bahkan dibatalkan.


Houthi Siarkan Video Peledakan Kapal Tanker Minyak MT Chios Lion di Laut Merah

3 jam lalu

Tangkapan dari video serangan drone laut Houthi terhadap kapal tanker minyak Chios Lion yang disiarkan pada 17 Juli 2024.
Houthi Siarkan Video Peledakan Kapal Tanker Minyak MT Chios Lion di Laut Merah

Video itu menggambarkan serangan drone laut Houthi yang meledakkan sisi kapal Tanker Minyak MT Chios Lion.


Jepang akan Pinjamkan Rp53,3 T ke Ukraina dari Aset Rusia yang Dibekukan

8 jam lalu

Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menghadiri sesi foto pada hari pertemuan trilateral selama KTT G7 di Grand Prince Hotel di Hiroshima, Jepang, 21 Mei 2023. REUTERS/Jonathan Ernst
Jepang akan Pinjamkan Rp53,3 T ke Ukraina dari Aset Rusia yang Dibekukan

Jepang akan memberikan pinjaman sebesar US$3,3 miliar atau Rp53,3 T kepada Ukraina dengan menggunakan bunga dari aset-aset Rusia yang dibekukan


Ukraina Rencanakan KTT Internasional Kedua, Zelensky Berharap Rusia Hadir

1 hari lalu

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 21 September 2023. REUTERS/Kevin Lamarque
Ukraina Rencanakan KTT Internasional Kedua, Zelensky Berharap Rusia Hadir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap perwakilan Rusia hadir di KTT internasional kedua yang sedang ia rencanakan. Rencana itu diproyeksikan rampung pada November 2024.


Mengenal Elijah Woods yang Baru Meluncurkan Single 2 thousand 10

1 hari lalu

elijah woods. dok. elijah woods
Mengenal Elijah Woods yang Baru Meluncurkan Single 2 thousand 10

Single 2 thousand 10 dirilis setelah Elijah Woods merampungkan tur Asia pertamanya selama bulan Mei


Kebun Binatang di Rusia Kehadiran Anggota Baru Harimau Siberia yang Langka

1 hari lalu

Induk harimau Siberia menjilati anaknya yang lahir di Kebun Binatang Dublin,  Dublin, Irlandia, Sabtu, 26 Januari 2019. Ini merupakan pertama kalinya anak-anak harimau ini dapat disaksikan oleh pengunjung kebun binatang. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Kebun Binatang di Rusia Kehadiran Anggota Baru Harimau Siberia yang Langka

Harimau Siberia salah satu yang berada di ambang kepunahan dan diyakini hanya tersisa kurang dari 50 ekor di alam liar.


Putin Tak Berencana Telepon Donald Trump Setelah Penembakan

1 hari lalu

Putin Tak Berencana Telepon Donald Trump Setelah Penembakan

Penembakan Donald Trump tak membuat Rusia memperketat pengamanan terhadap Putin.


Mantan Presiden Rusia Prediksi Donald Trump Akan Menang Pilpres AS Usai Selamat dari Penembakan

1 hari lalu

Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menghadiri pertemuan dengan pejabat dan karyawan perusahaan industri militer
Mantan Presiden Rusia Prediksi Donald Trump Akan Menang Pilpres AS Usai Selamat dari Penembakan

Mantan presiden Rusia berpendapat Donald Trump akan memenangkan pilpres AS pada November mendatang, setelah Trump selamat dari insiden penembakan.


Kementerian Luar Negeri Rusia Sebut Upaya Pembunuhan Presiden AS telah Jadi 'Tradisi'

2 hari lalu

Penampakan wajah kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump yang berdarah saat dibantu oleh personel Dinas Rahasia AS setelah dia ditembak di telinga kanannya saat kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. Penembakan itu terjadi kurang dari empat bulan sebelum pemilu presiden Amerika Serikat pada 5 November 2024. REUTERS/Brendan McDermi
Kementerian Luar Negeri Rusia Sebut Upaya Pembunuhan Presiden AS telah Jadi 'Tradisi'

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan upaya pembunuhan terhadap presiden dan calon presiden telah menjadi "tradisi" di Amerika Serikat.


5 Negara Terdingin di Dunia, Suhunya Mencapai -67 Derajat Celcius

2 hari lalu

Negara terdingin di dunia memiliki suhu hingga -67 derajat celcius. Berikut ini daftar dan rata-rata suhu hariannya ketika musim dingin. Foto: Canva
5 Negara Terdingin di Dunia, Suhunya Mencapai -67 Derajat Celcius

Negara terdingin di dunia memiliki suhu hingga -67 derajat celcius. Berikut ini daftar dan rata-rata suhu hariannya ketika musim dingin.