Pemilu Presiden Kolombia Lanjut ke Putaran Kedua

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kolombia Juan Manuel Santos. REUTERS/Andres Picov/Colombian Presidency

    Presiden Kolombia Juan Manuel Santos. REUTERS/Andres Picov/Colombian Presidency

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolombia akan menyelenggarakan pemilu presiden putaran kedua setelah pemilu pada Minggu, 27 Mei 2018, tidak menghasilkan satu calon presiden pun dengan raihan suara 50 persen. Pemilu putaran kedua dijadwalkan pada 17 Juni 2018.

    Dikutip dari situs Al-Jazeera pada Senin, 28 Mei 2018, tiga calon Presiden Kolombia yang akan maju adalah Ivan Duque, Gustavo Petro, dan Sergio Fajardo. Duque sejauh ini memimpin dengan suara terbanyak, yakni 39.1 persen, tapi raihan ini tidak cukup untuk membuatnya duduk di kursi presiden. Kemenangan Duque sudah diprediksi karena dia selalu unggul dalam sejumlah jajak pendapat.

    Duque dalam pemilu putaran kedua harus berhadapan dengan Petro, calon presiden dari sayap kiri. Dia memperoleh 25,1 persen suara dalam pemilu putaran pertama. Sedangkan Fajardo adalah mantan pensiunan militer Kolombia yang berasal dari sayap tengah-kiri dengan raihan suara 23,8 persen. Calon Presiden Kolombia yang terpilih nanti akan memimpin negara itu selama empat tahun, yang dimulai pada Agustus 2018.

    Sekitar 36 juta warga Kolombia memberikan hak suaranya dalam pemilu hari Minggu kemarin. Presiden terpilih akan memegang peran kunci untuk mengamankan kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dan kelompok pemberontak, FARC.

    Presiden Kolombia saat ini, Juan Manuel Santos, memenangi Nobel Perdamaian pada 2016 karena telah berjasa mengakhiri pemberontakan FARC yang merongrong Kolombia selama puluhan tahun. Santos sudah tidak boleh lagi maju dalam pemilu Kolombia karena sudah dua kali menjabat presiden. Dia menggambarkan Pemilu 2018 sebagai proses demokrasi paling damai dan aman dalam sejarah Kolombia.

    "Sejauh ini, tak ada satu pun tempat pemungutan suara yang harus dipindahkan karena alasan keamanan," ujar Santos.

    Baca: 50 Tahun Memberontak, FARC-Pemerintah Kolombia Berdamai

    Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mendapat hadiah Nobel 2016 untuk bidang perdamaian untuk upaya kerja kerasnya dalam mengakhiri perang saudara di negara ini selama lebih dari 50 tahun. REUTERS/Jose Miguel Gomez

    Baca: Kongres Pertama Pemberontak Kolombia, FARC Jadi Partai Politik

    Antrean warga yang hendak memberikan hak suaranya terlihat di tempat-tempat pemungutan suara di penjuru Ibu Kota Bogota. Wartawan Al-Jazeera melaporkan, pemilu pada 27 Mei 2018 itu berjalan damai dan telah menjadi hal yang jarang terjadi di Kolombia dalam beberapa waktu terakhir. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.