Ulang Tahun ke-100, Eks PM Jepang Desak Revisi Konstitusi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, saat wawancara di Tokyo, 25 Januari 2010.[REUTERS/Michael Caronna]

    Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, saat wawancara di Tokyo, 25 Januari 2010.[REUTERS/Michael Caronna]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, yang memasuki usia 100 tahun pada Minggu 27 Mei 2018, mendesak agar konstitusi Jepang direvisi. Yasuhiro Nakasone adalah mantan perwira perang dunia kedua yang kemudian menjadi perdana menteri Jepang terlama yang pernah menjabat.

    Nakasone menjabat pada saat yang bersamaan dengan Ronald Reagan dan Margaret Thatcer dalam masa jabatan 1982-1987. Ia berulang kali menganjurkan untuk mengubah piagam yang dirancang Amerika Serikat untuk memperjelas status angkatan bersenjata Jepang, seperti yang juga diharapkan perdana menteri Shinzo Abe.

    Baca: 3 Korban Pemandulan Paksa Gugat Pemerintah Jepang


    Nakasone mendesak para politisi untuk serius menangani masalah ini, yang tetap menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat Jepang.

    "Untuk secara tegas membuka jalan menuju masa depan bangsa ... adalah inti dari politik," kata Nakasone dalam pernyataan ulang tahunnya seperti dilaporkan dari Reuters, 27 Mei 2018.

    Foto diambil 3 Mei 1985, Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone (kedua dari kanan) berpose bersama Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney dalam KTT Forum Ekonomi Dunia di Bonn, Jerman. [AP Photo via Dailymail.uk)

    Nakasune dikenal karena bersahabat dengan Ronald Reagan. Ia menjadi berita utama setelah menjabat dan mengatakan "Saat perang ia akan membuat Jepang menjadi kapal induk yang tak bisa ditenggelamkan oleh Amerika Serikat dan angkatan laut Uni Soviet.

    Baca: Menengok Pameran Arsip Geliat Seni Era Pendudukan Jepang


    Nakasone juga melanggar aturan tidak tertulis untuk membatasi anggaran pertahanan tahunan menjadi 1 persen dari produk nasional bruto.

    Ia adalah mantan letnan di Angkatan Laut Kekaisaran yang kehilangan adik laki-lakinya dalam Perang Dunia II. Nakasone sempat membuat marah negara-negara Asia ketika ia melakukan kunjungan resmi ke kuil Yasukuni di Tokyo, tempat para penjahat perang yang dihukum mati pada peringatan 40 tahun penyerahan diri Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.