Amerika Serikat-Turki Bentuk Kelompok Kerja untuk Manbij Suriah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Turki bersiap-siap saat berada di pegunungan Barsaya di timur laut Afrin, SUriah, 28 Januari 2018. Turki melancarkan operasi 'Ranting Zaitun' pada 20 Januari 2018, menyerang milisi Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) di wilayah kantong Afrin. REUTERS/ Khalil Ashawi

    Tentara Turki bersiap-siap saat berada di pegunungan Barsaya di timur laut Afrin, SUriah, 28 Januari 2018. Turki melancarkan operasi 'Ranting Zaitun' pada 20 Januari 2018, menyerang milisi Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) di wilayah kantong Afrin. REUTERS/ Khalil Ashawi

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat dan Turki menggelar pertemuan di Ankara pada Jumat 25 Mei, sebagai bagian dari kerjasama untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara soal keberadaan milisi Kurdi di kota Manbij, Suriah. Kedua sekutu NATO ini telah mencapai konsensus mengenai rancangan kerjasama keamanan di Manbij.

    "Kedua pihak menguraikan kontur utama dari peta jalan untuk kerja sama lebih lanjut mereka dalam menjamin keamanan dan stabilitas di Manbij," kata pernyataan gabungan yang ditulis dalam twitter kedutaan besar Amerika Serikat di Turki, seperti dilaporkan Sputniknews, 26 Mei 2018.

    Baca: Didesak Turki, Amerika Serikat Tolak Tarik Pasukan dari Manbij

    Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, akan mempertimbangkan rekomendasi dari kelompok kerja yang dibentuk mulai 4 Juni.

    Kelompok kerja di Manbij, Suriah, dibentuk setelah Menteri Luar Negeri Turki, Cavusoglu, dan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bertemu pada Februari. Pada Maret, diplomat Turki melakukan kunjungan ke Washington sebagai bagian dari rencana pembentukan kelompok kerja.

    Peta Manbij. google.com

    Kini kota Manbij dikendalikan oleh milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat, YPG, yang dianggap Turki sebagai afiliasi Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang ditetapkan sebagai organisasi teroris di Turki.

    Pada awal Mei, Erdogan berjanji untuk tidak menyerah pada organisasi teroris di Suriah utara dan memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Turki siap untuk misi baru.

    Baca: 3 Tentara Amerika Serikat Tewas Kena Bom di Suriah

    Pada akhir Maret, kota Suriah Afrin sepenuhnya duduki oleh pasukan Turki sebagai bagian dari Operasi Olive Branch, sebagai tanggapan terhadap keputusan Amerika Serikat mengerahkan 30 ribu personel yang mayoritas terdiri dari milisi Kurdi, yang akan dikerahkan di perbatasan Suriah dengan Turki. Sementara terdapat 2.000 pasukan Amerika Serikat di Manbij. Turki mengklaim tujuan operasi militer untuk mengamankan perbatasannya dengan Suriah dari milisi YPG yang didukung Amerika Serikat.

    Erdogan berulang kali mengancam memperluas serangan ke wilayah Suriah lain terutama Manbij dan Idlib, kecuali Washington menarik milisi Kurdi dari wilayah itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.