Produser Hollywood Harvey Weinstein Terancam Penjara 25 Tahun

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produser film, Harvey Weinstein, meninggalkan ruang sidang di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 25 Mei 2018. [REUTERS/Mike Segar]

    Produser film, Harvey Weinstein, meninggalkan ruang sidang di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 25 Mei 2018. [REUTERS/Mike Segar]

    TEMPO.CO, Jakarta - Produser film kawakan Amerika Serikat, Harvey Weinstein, menghadiri persidangan dengan tangan terborgol di pengadilan New York, Jumat 15 Mei 2018. Harvey Weinstein menghadapi tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap dua korban dan sejumlah wanita lain. 

    Harvey Weinstein yang merupakan pendiri studio film Miramax, membantah tuduhan dan mengaku tidak bersalah mengutip pernyataan pengacaranya, Benjamin Brafman, seperti dilaporkan Reuters, 26 Mei 2018.

    Baca: Kasus Pelecehan Seksual, Harvey Weinstein Yakin Dimaafkan

    Jaksa menuduh Harvey Weinstein dengan dua tuduhan pemerkosaan dan satu kejahatan seksual setelah penyelidikan yang dilakukan Kepolisian New York. Namun jaksa tidak mengungkap identitas kedua wanita, dan hanya mengatakan kejahatan seksual dilakukan pada 2004 dan 2013. Jika terbukti bersalah, Harvey Weinstein terancam hukuman lima hingga 25 tahun penjara.

    Patung Produser Harvey Weinstein, memegang piala Oscar Palsu saat dipamerkan di Hollywood Boulevard, dekat lokasi Academy Awards ke-90 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, 2 Maret 2018. Weinstein, terlibat dalam kasus pelecehan seksual yang diakui oleh lebih dari 70 perempuan-termasuk selebriti ternama-telah berlangsung selama dua dekade. AP

    Dua tuduhan ini hanya sebagian dari pengakuan 70 wanita beberapa dekade lalu. Namun Weinstein mambantah pernah melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan. Tuduhan pelecehan pertama kali dilaporkan pada 2017 dan memicu gerakan #MeToo yang membuat ratusan wanita buka suara soal pelecehan seksual, bukan hanya di industri film, namun meliputi institusi pemerintahan, bisnis, dan hiburan lain.

    "Terdakwa menggunakan profesi, uang dan kekuasaannya untuk memikat wanita muda ke situasi di mana ia dapat melakukan kejahatan seksual," tutur jaksa Joan Illuzzi dalam pengadilan Harvey Weinstein.

    Baca: Pengakuan Uma Thurman Perpanjang Daftar Korban Harvey Weinstein

    Hakim Kevin McGrath, yang memimpin persidangan, menyatakan Harvey Weinstein harus membayar US$ 1 juta atau senilai Rp 14 miliar dan kasus ini ditunda hingga sidang lanjutan 30 Juli mendatang. Weinstein menyerahkan diri ke kantor polisi Manhattan dengan membawa sejumlah buku, termasuk biografi duo musik Broadway Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II, Elia Kazan, sutradara A Streetcar Named Desire dan film-film klasik Hollywood lainnya.


    Setelah isu pelecehan seksual muncul ke publik, industri hiburan Hollywood mengasingkan Harvey Weinstein. Dewan direksi The Weinstein Co., memecatnya dan menyatakan bangkrut pada Maret. Pada 2017, Harvey Weinstein dikeluarkan dari Academy of Motion Pictures Arts and Sciences.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.