Cina Kritisi Amerika Serikat Cabut Undangan Latihan Militer

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua

    Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Amerika Serikat untuk mencoret Cina dari undangan latihan militer bersama The Rim of Pacific Exercise atau RIMPAC, telah menuai kritikan Beijing. Kementerian Pertahanan Cina pada Kamis, 25 Mei 2018, mengatakan sikap Washington itu tidak positif.

    Kementerian Pertahanan cina dalam situs resminya mengatakan sikap Amerika Serikat itu tidak akan mempengaruhi Cina untuk memainkan peran dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.

    “Keputusan Amerika Serikat dengan tak mengundang kami, tidak konstruktif. Keputusan ini menutup pintu komunikasi dan membuat keadaan tidak kondusif untuk menumbuhkan rasa saling percaya antara militer Cina dan AS,” kata Ren Guoqiang, juru bicara Kementerian Pertahanan Cina, Kamis 25 Mei 2018, waktu setempat.

    Baca: Cina Pasang Rudal di Laut Cina Selatan

    Kapal perang Amerika saat berada di Laut Cina Selatan. REUTERS

    Baca: Resolusi Sengketa Laut Cina Selatan Alami Kemajuan, seperti Apa?

    Pelaksanaan latihan militer RIMPAC sebelumnya dijadualkan akan dibahas dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un, 12 Juni mendatang. Namun secara mengejutkan, Pentagon mengatakan mencabut undangan latihan militer bersama ini sebagai respon atas sikap Cina yang memiliterisasi pulau-pulau yang sedang dipersengketakan di Laut Cina Selatan.

    Pentagon menyebut kalau Beijing sudah menduduki hampir seluruh wilayah di sana.
    Pentagon mengaku menemukan bukti kuat kalau Cina mengirim teknologi militer canggih ke laut Cina Selatan, seperti misil darat, dan alat pengganggu jaringan elektronik. Amerika Serikat meminta Cina untuk menarik kembali teknologi ini, tetapi Cina bersikukuh bahwa mereka punya hak untuk memasang teknologi militer di wilayahnya sendiri.

    Menjawab hal itu, Ren mengatakan tuduhan Cina telah melakukan militerisasi di Laut Cina Selatan adalah tuduhan yang berlebihan. Menurutnya keputusan Pentagon ini tidak konstruktif dan menghilangkan kesempatan untuk berkomunikasi serta menciutkan kepercayaan antara militer di kedua negara.

    RIMPAC merupakan latihan militer gabungan terbesar di dunia untuk wilayah laut dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Hawaii pada Juni dan Juli. RIMPAC memungkinkan pasukan militer Amerika Serikat dan Cina untuk saling berinteraksi secara langsung. Kesempatan ini pun dipandang sebagai salah satu cara untuk meredakan ketegangan dan mengurangi risiko salah perhitungan jika mereka harus bertemu dalam suasana kurang bersahabat. Cina  pernah mengikuti RIMPAC pada 2014 dan 2016.

    CHINA MILITARY ONLINE | ABC NEWS | NEW YORK POST | FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.