Kemenlu Upayakan Pendampingan Terbaik untuk Siti Aisyah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siti Aisyah dikawal oleh petugas kepolisian saat menghadiri persidangan di sebuah laboratorium Kimia Malaysia di Petaling Jaya, di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Oktober 2017. Siti Aisyah dihadirkan ke laboratorium guna melihat bukti racun kimia syaraf jenis VX. AP Photo

    Siti Aisyah dikawal oleh petugas kepolisian saat menghadiri persidangan di sebuah laboratorium Kimia Malaysia di Petaling Jaya, di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Oktober 2017. Siti Aisyah dihadirkan ke laboratorium guna melihat bukti racun kimia syaraf jenis VX. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri memfasilitasi komunikasi terduga pembunuh Kim Jong-nam, Siti Aisyah dengan orang tuanya. Siti Aisyah, 26 tahun, menjadi sorotan dunia karena terseret dalam pusaran kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

    "Kondisinya (Siti Aisyah) sehat, tetapi dia keliatan down sehingga kami membuka komunikasi dengan orang tuanya. Kami pun memberikan perkembangan informasi kasus ini secara langsung kepada keluarganya. Kami berupaya memberikan pendampingan yang terbaik untuknya," kata Diah Asmarani, Kepala Subdit 1 wilayah Asia Tenggara dan Amerika Utara, Kementerian Luar Negeri, Kamis, 25 Mei 2018.

    Menurut Diah, sidang pembelaan Siti Aisyah akan dilakukan pada 27 Juni - 29 Juni 2018. Belum diketahui kapan sidang putusan kasus ini akan dilakukan.

    Diah menceritakan, Siti Aisyah mengaku telah melakukan suatu tindakan terhadap seseorang pada 13 Februari 2017 di bandara internasional Kuala Lumpur, namun dia tidak mengetahui siapa orang tersebut dan tidak tahu pula zat apa yang ada di tangannya. Dia pun mengaku dibayar sekitar US$.100-US$600 untuk melakukan tindakan yang dikiranya sedang shooting sebuah tayangan reality show.

    "Kami berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan fakta untuk menghadapi sidang pembelaan nanti. Strategi kami, oke korban meninggal dunia tetapi fakta hukum terhadap pelaku tidak cukup. Dia (Siti Aisyah) tidak tahu zat apa yang ada ditangannya," kata Diah.

    Baca: Pengacara Siti Aisyah: Temuan Amerika Konsisten Dengan Pembelaan

    Terdakwa Siti Aisyah dikawal oleh polisi di terminal anggaran KLIA2 di Sepang, Malaysia, 24 Oktober 2017. Aisyah sempat didorong menggunakan kursi roda untuk mengelilingi bandara. AP

    Baca: Ini Penjelasan Siti Aisyah Soal Tewasnya Kim Jong-nam

    Siti Aisyah berasal Banten yang menjadi TKI di Malaysia. Dia diduga telah melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong-nam bersama pelaku lain bernama Doan Thi Huong, 30 tahun, dari Vietnam, dengan cara meraupkan atau mengoleskan racun VX ke wajah korban.

    Hasil investigasi, tidak terdapat jejak DNA Siti aisyah dan barang-barang miliknya di tubuh korban. Namun di pakaian yang dikenakan Siti Aisyah saat melakukan aksinya, ditemukan zat turunan racun VX, diantaranya sarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.