Aksi Balasan, Amerika Serikat Usir Diplomat Venezuela

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita duduk di depan mural bergambarkan Presiden Nicolas Maduro dan sejumlah staffnya di Caracas, Venezuela, 24 April 2017. REUTERS/Christian Veron

    Seorang wanita duduk di depan mural bergambarkan Presiden Nicolas Maduro dan sejumlah staffnya di Caracas, Venezuela, 24 April 2017. REUTERS/Christian Veron

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat membalas tindakan pengusiran yang dilakukan pemerintah Venezuela terhadap dua diplomatnya yang bertugas di negara itu. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu, 24 Mei 2018 waktu setempat, meminta agar diplomat-diplomat Venezuela di Amerika Serikat segera angkat kaki dari Amerika Serikat dalam tempo 48 jam.

    Diplomat Venezuela yang terusir dari Amerika Serikat itu adalah Chargé d’Affaires Kedutaan Venezuela di Washington D.C dan Wakil Konsul Jenderal Konsulat Venezuela di Houston. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert, memastikan bahwa pengusiran dua diplomat Venezuela itu adalah respon balik atas status dua diplomat Amerika Serikat yang diusir oleh pemerintah Venezuela.

    "Keputusan ini untuk membalas keputusan rezim Presiden Nicolas Maduro yang mengusir diplomat Amerika Serikat di Venezuela," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 24 Mei 2018.

    Sebelumnya pada Selasa, 22 Mei 2018, diplomat Amerika Serikat di Venezuela, Todd Robinson dan wakilnya Bryan Naranjo di usir oleh Pemerintah Venezuela. Dalam pernyataannya yang disiarkan langsung melalui televisi, Presiden Maduro dengan tegas menyatakan sikapnya yang sudah muak dengan konspirasi para diplomat AS karena berusaha ikut campur dalam urusan dalam negeri Venezuela.

    Aksi saling usir diplomat ini, tak pelak semakin meningkatkan tensi ketegangan hubungan kedua negara setelah Amerika Serikat memberikan sanksi ekonomi dan politik kepada Venezuela. Sebelumnya, Amerika Serikat menuduh Pemilihan Umum Venezuela yang dimenangkan Presiden Nicholas Maduro ilegal karena tidak bebas dan adil.

    Baca: Dua Diplomat Amerika Serikat Diusir Dari Venezuela, Mengapa ?

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. REUTERS

    Baca: Jatuh-Bangun Venezuela dari Krisis Ekonomi

    Selain Amerika Serikat, negara-negara anggota Uni Eropa serta beberapa negara Amerika Latin, juga tidak mau mengakui hasil pemilu Venezuela karena dianggap tidak memenuhi standar Demokrasi yang baik.

    REUTERS|XINHUANET|THEHILL|THESUNDAILY.MY|NDTV|ZIKRIL HAKIM BADRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.