Gelombang Panas di Pakistan, Sedikitnya 65 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah keluarga berendam di sebuah sungai saat terjadi gelombang panas, di Islamabad, Pakistan, 30 Mei 2017. Suhu udara ini hampir memecahkan rekor cuaca terpanas dalam 10 tahun terakhir. AP/B.K. Bangash

    Sebuah keluarga berendam di sebuah sungai saat terjadi gelombang panas, di Islamabad, Pakistan, 30 Mei 2017. Suhu udara ini hampir memecahkan rekor cuaca terpanas dalam 10 tahun terakhir. AP/B.K. Bangash

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 65 orang tewas akibat terkena sambaran gelombang panas yang menghantam ibu kota Pakistan, Karachi, selama empat hari. Informasi tersebut disampaikan lembaga relawan setempat, sebagaimana dikutip Guardian, Selasa, 22 Mei 2018.

    "Suhu di kota terbesar kedua di Pakistan itu mencapai 44 derajat Celsius," ujar pejabat di Karachi kepada Al Jazeera, Rabu, 23 Mei 2018.

    Lihat foto: Cuaca Panas Landa Pakistan, Warga Tidur di Trotoar

    Warga tidur di trotoar untuk menghindari cuaca panas yang melanda pemukiman mereka di Karachi, Pakistan, 22 Mei 2018. Gelombang panas dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius ini terjadi bersamaan dengan pemadaman listrik. REUTERS/Akhtar Soomro

    Sejumlah media lokal di Pakistan melaporkan, jumlah korban kemungkinan bisa bertambah hingga seratus orang. Sebab, gelombang panas terus meningkat mencapai 76 derajat Celsius. Namun otoritas di Karachi tidak bisa dikonfirmasi mengenai jumlah korban. Mereka meminta masyarakat tetap tinggal di dalam rumah dan minum air putih.

    Di beberapa bagian kota, tulis Guardian, warga menderita akibat listrik terputus, terutama pada pagi hari ketika banyak warga siap-siap makan sahur untuk berpuasa Ramadan.Sejumlah warga membeli balok es untuk mendinginkan suhu tubuh akiban gelombang panas yang menerjang di Karachi, Pakistan, 24 Juni 2015. Gelombang panas pada hari keempat telah menewaskan sebanyak 838 orang. REUTERS/Akhtar Soomro

    Gelombang menyengat itu melanda kota pelabuhan pada Ramadan saat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, tidak makan dan minum selama sekitar 15 jam setiap hari.

    Baca: Korban Gelombang Panas Pakistan Capai Seribu Orang  

    Pemimpin Tim Layanan Keselamatan Edhi Foundation, Faisal Edhi, dalam keterangannya kepada media mengatakan hampir semua korban tewas akibat sambaran gelombang panas itu berusia lanjut dan memiliki masalah kesehatan.

    Pada Juni 2015, lebih dari 1.200 orang tewas karena penyakit terkait dengan cuaca panas di Karachi, Pakistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.