Pertemuan CEO Facebook dan Parlemen Eropa Tegang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Thibault Camus)

    Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Thibault Camus)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tak mampu memberikan jawaban jelas saat dicecar pertanyaan mengenai privasi dan kebijakan-kebijakan data di Facebook dalam pertemuannya dengan anggota parlemen Eropa. Zuckerberg hanya meminta maaf kepada parlemen Uni Eropa karena tidak berbuat banyak dalam melindungi pengguna Facebook dari orang-orang tak bertanggung jawab.

    Facebook menjadi sorotan setelah adanya dugaan skandal pencurian puluhan juta data pemilik akun di Facebook untuk kepentingan politik dan militer.

    Dilansir dari rt.com pada Kamis, 24 Mei 2018, Zuckerberg di hadapan anggota parlemen Eropa hanya mengatakan pihaknya jelas harus lebih melindungi para penggunanya dari oknum-oknum yang ingin memanfaatkan pengguna Facebook.

    "Apakah itu berita bohong, intervensi asing dalam pemilu atau pengembang yang menyalahgunakan data informasi orang. Kami tidak lebih luas mengambil tanggung jawab kami. Itu adalah sebuah kesalahan dan saya minta maaf," kata Zuckerberg.

    Baca: Pusat Penghapusan Facebook di Jerman Mulai Beroperasi

    Facebook CEO Mark Zuckerberg, bersaksi untuk dengar pendapat Komite Energi dan Perdagangan DPR mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna di Capitol Hill, Washington, 11 April 2018. REUTERS

    Baca: Perangi Hoax, Facebook Siapkan Sejumlah Fitur Ini

    Sebelumnya dalam kesempatan itu, anggota parlemen Eropa, Nigel Farage, mempertanyakan kepada Zuckerberg tentang lambatnya perlindungan. Menjawab hal itu, Zuckerberg hanya berjanji tidak akan melakukan diskriminasi yang berbasis politik.

    Sesi pertemuan 90 menit Parlemen Eropa dengan Zuckerberg pada Rabu, 23 Mei 2018, yang berformat tanya-jawab, berlangsung penuh ketegangan karena banyak anggota parlemen 'membantai' Zuckerberg dengan banyak hal, mulai dari terorisme, berita bohong hingga perundungan online. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan jawaban mengambang oleh Zuckerberg sehingga membuat anggota parlemen frustrasi.

    "Saya mengajukan pertanyaan ya dan tidak dan saya tidak mendapatkan satu pun jawaban. Anda sendiri kan yang meminta format pertemuan seperti ini," kata anggota Parlemen Eropa dari Belgia, Philippe Lamberts.

    Pertemuan Zuckerberg dengan anggota parlemen Eropa ditutup saat anggota parlemen mulai geram dan berteriak karena pertanyaan-pertanyaan mereka yang tak terjawab, termasuk apakah Facebook akan berkomitmen memisahkan datanya dari WhatsApp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.